Jakarta – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (dolar AS) masih menunjukkan tekanan di pasar domestik. Hal itu tercermin dari kurs e-rate sejumlah bank besar di Indonesia pada Jumat (15/5/2026), di mana mayoritas kurs jual dolar AS bertahan di atas level psikologis 17.500.
Berdasarkan data yang dihimpun, BCA menetapkan kurs e-Rate beli di level Rp 17.445 per dolar AS dan kurs jual Rp 17.595, menjadi yang tertinggi di antara bank besar lainnya.
BACA JUGA:Tak Hanya Pakai Dolar, Simpan Devisa Ekspor Sumber Daya Bisa Pakai Yuan Cs
BACA JUGA:Denyut Kehidupan Jakarta di Tengah Melemahnya Nilai Tukar Rupiah
BACA JUGA:Dolar AS Menguat dan Rupiah Tertekan, Apa Pengaruhnya ke Warga Indonesia?
Sementara itu, BRI mencatat kurs beli Rp 17.398 dan kurs jual Rp 17.550. Adapun BNI menetapkan kurs beli Rp 17.445 dan kurs jual Rp 17.545.
Sedangkan Bank Mandiri berdasarkan pembaruan terakhir per 13 Mei 2026, mematok kurs beli Rp 17.535 dan kurs jual Rp 17.565.
Data tersebut menunjukkan level kurs jual dolar di perbankan nasional masih bergerak dalam rentang tinggi Rp 17.545 hingga Rp 17.595, mencerminkan tekanan yang belum mereda terhadap Rupiah setelah libur panjang pasar domestik.
Sebelumnya, Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, sebelumnya memproyeksikan Rupiah masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah usai long weekend. Menurut dia, mata uang Garuda berpotensi kembali menguji level psikologis Rp 17.550 per dolar AS di tengah tekanan eksternal yang masih kuat.
Ia menilai, penguatan indeks dolar AS menjadi faktor utama yang membebani Rupiah. Kondisi itu dipicu meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi global serta transisi kepemimpinan di Federal Reserve yang mendorong ekspektasi kebijakan moneter lebih ketat.
Selain itu, libur panjang yang sempat membuat pasar domestik tidak aktif dinilai berpotensi memicu lonjakan volatilitas saat perdagangan kembali dibuka, terutama ketika arus modal global masih cenderung mencari aset safe haven.
Meski demikian, pasar masih menanti arah kebijakan Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur pekan depan, khususnya terkait suku bunga acuan dan langkah stabilisasi pasar yang dinilai dapat menjadi katalis penting bagi pergerakan Rupiah selanjutnya.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3626295/original/027885300_1636365579-8_november_2021-2.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4106955/original/096009100_1659285436-ABON_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6469874/original/030292000_1779331456-Kepala_BP_BUMN__Dony_Oskaria-21_Mei_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4913296/original/017358600_1723174897-wooden-tray-with-tea-with-milk.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826293/original/061766900_1715176240-fotor-ai-20240508204951.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6625110/original/093651200_1779456468-IMG-20260522-WA0011.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5767439/original/006789200_1778670565-WhatsApp_Image_2026-05-13_at_17.54.40_1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5819845/original/073034900_1778722483-Depositphotos_574297258_L.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5332650/original/077346000_1756525484-Gemini_Generated_Image_j4ny4uj4ny4uj4ny.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1423821/original/030379000_1480656294-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6511439/original/050880700_1779370912-ChatGPT_Image_May_21__2026__08_41_38_PM.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)