Jakarta – Mastercard telah menyelesaikan akuisisi startup infrastruktur stablecoin yang berbasis di Inggris, BVNK senilai USD 1,8 miliar atau Rp 31,73 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.630). Kesepakatan ini menandai salah satu langkah terbesar oleh raksasa pembayaran tradisional ke ruang uang digital. Ini juga menandakan pergeseran strategis dalam cara pergerakan uang global dapat ditangani dalam beberapa tahun mendatang.
Mengutip Coinmarketcap.com, Jumat (22/5/2026), BVNK menyediakan teknologi yang memungkinkan bisnis untuk mengirim, menerima dan mengelola pembayaran stablecoin di lebih dari 130 negara. Perusahaan ini memegang lisensi pembayaran di berbagai yurisdiksi, memberikan kredibilitas regulasi di sektor yang sering diawasi oleh otoritas. Infrastrukturnya memungkinkan penyelesaian hampir instan memakai stablecoin yang merupakan uang digital yang dipatok pada aset stabil seperti dolar Amerika Serikat (AS).
BACA JUGA:ECB Memilih 3 Lembaga Ini untuk Euro Digital
BACA JUGA:Mizuho: Mastercard Siap Menjadi Penghubung Jaringan Kripto-Fiat
BACA JUGA:Mastercard Akuisisi Startup Stablecoin BVNK, Segini Nilainya
BACA JUGA:Mastercard Bentuk Aliansi Kripto Global, Libatkan Binance hingga PayPal
Mastercard akan mengintegrasikan teknologi BVNK langsung ke dalam jaringan pengiriman uang internasionalnya, Mastercard Move. Jaringan itu saat ini memproses pembayaran lintas batas untuk bank, financial technology (fintech) dan bisnis di dunia.
Dengan menambahkan jalur stablecoin, Mastercard bertujuan mengurangi waktu penyelesaian dan menurunkan biaya bagi pelanggan yang mengirim uang lintas bantas.
Bersamaan dengan pengumuman BVNK, Mastercard mengkonfirmasi telah menghentikan investasi strategis yang sebelumnya dipertimbangkan di Zerohash, sebuah perusahaan kripto.
Keputusan ini dinilai menunjukkan Mastercard memprioritaskan infrastruktur daripada investasi langsung manajemen kripto, pendekatan yang lebih hati-hati di tengah volatilitas di pasar yang sedang berlangsung dan ketidakpastian regulasi di kripto.
Langkah ini juga mencerminkan tren lebih luas di antara lembaga keuangan tradisional. Lembaga keuangan tradisional ketimbang bertaruh di kripto yang spekulasi, lebih memilih mengadopsi teknologi untuk aplikasi praktis dan teregulasi.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5332650/original/077346000_1756525484-Gemini_Generated_Image_j4ny4uj4ny4uj4ny.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4106955/original/096009100_1659285436-ABON_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4913296/original/017358600_1723174897-wooden-tray-with-tea-with-milk.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6375866/original/056457500_1779250994-Prabowo_Paripurna.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6511439/original/050880700_1779370912-ChatGPT_Image_May_21__2026__08_41_38_PM.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)