Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengundang ekonom yang pernah menjabat sebagai menteri di bidang ekonomi serta mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ke Istana Merdeka Jakarta, Jumat (22/5/2026). Pertemuan tersebut membahas soal strategi dan pengalaman para mantan pejabat dalam menghadapi krisis ekonomi pada tahun 2008.
Mereka yang hadir yakni, mantan Gubernur BI periode 1993-1998 Sudrajat Djiwandono, mantan Gubernur BI periode 2003-2008 Burhanuddin Abdullah, mantan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Paskah Suzetta, hingga Wakil Menteri PPN Lukita Dinarsyah Tuwo.
BACA JUGA:Belajar dari Krisis 2008, Pemerintah Siapkan Antisipasi Hadapi Gejolak Global
BACA JUGA:Top 3 News: PDIP Respons Pidato Prabowo soal \’Berkorban di Luar Pemerintahan\’
Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Investasi Rosan Roeslani.
Dalam pertemuan tadi disampaikan beberapa hal yang menjadi pengalaman mereka saat menghadapi krisis di tahun 2008. Kebetulan mereka rata-rata di periodenya antara 2004 sampai 2014, kata Airlangga dalam konferensi pers usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Menurut dia, para tokoh tersebut menyampaikan beberapa hal yang terjadi pada saat krisis ekonomi. Airlangga menuturkan para tokoh itu menyampaikan tingginya inflasi serta perubahan nilai kurs rupiah akibat krisis minyak.
Mereka menyampaikan beberapa catatan yang terjadi dan mereka mengatakan kalau di masa lalu inflasi kita di periode sekitar 17 persen dan juga terjadi perubahan nilai kurs akibat krisis minyak, jelasnya.
Airlangga mengatakan bahwa harga minyak mencapai USD 140 pada tahun 2005 karena krisis minyak. Hal ini membuat tingkat inflasi melonjak drastis.
Di tahun 2005 ada krisis minyak di mana harga minyak bisa naik sampai 140 dolar, ada pada waktu itu penyesuaian harga sehingga inflasinya bisa naik ke 27 persen, ujar Airlangga.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523348/original/025470200_1772803676-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4106955/original/096009100_1659285436-ABON_4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4913296/original/017358600_1723174897-wooden-tray-with-tea-with-milk.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3609095/original/017722100_1634813440-20211021-Ekspor-Batu-Bara-6.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6224946/original/089033600_1779101760-kur_BRI.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2832426/original/059440700_1560940276-20190619-Rupiah-Menguat-di-Level-Rp14.264-per-Dolar-AS1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6430134/original/028574200_1779298469-bi-catat-pelemahan-rupah-telah-mencapai-10-persen-rev1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)