Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Rupiah melemah hingga mendekati level psikologis 18.100 per dolar Amerika Serikat (AS) seiring penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang di kawasan Asia.
Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi bergerak melemah 52 poin atau 0,29 persen menjadi 18.066 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 18.014 per dolar AS. Mengutip data perdagangan Google Finance, kurs rupiah berada di level Rp 18.091,70 per dolar AS pada pukul 10.30 WIB.
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke 17.937 per Dolar AS, Pasar Nantikan Keputusan BI
BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Lesu terhadap Dolar AS, Sentimen The Fed jadi Pemicu
Tidak hanya rupiah, sejumlah mata uang Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Baht Thailand turut melemah sekitar 0,1% ke level 33,47 per dolar AS. Sementara itu, dolar Singapura cenderung stabil di kisaran 1,2930 per dolar AS.
Pelemahan serentak mata uang Asia mencerminkan masih kuatnya permintaan terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah masih akan berlangsung fluktuatif sepanjang perdagangan hari ini. Menurut Ibrahim, rupiah berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp 18.010 hingga Rp 18.060 per dolar AS.
Pelaku pasar kini masih mencermati sejumlah sentimen global yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan, termasuk arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed), perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, serta pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Perkembangan faktor-faktor tersebut diperkirakan masih akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah dan mata uang Asia dalam jangka pendek.



/2026/04/08/2106434271.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261661/original/081518200_1781753179-AP26168677143684.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4971211/original/002589400_1729136232-IMG_5738.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3552343/original/069953600_1629981833-clay-banks-XvS-uKUoUao-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291645/original/096933900_1783571295-IMG_5380.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369483/original/034567100_1759472304-1000117747.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450574/original/027965600_1766147761-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Perbankan_OJK__Dian_Ediana_Rae.jpeg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181744/original/039116300_1594892567-20200716-Rupiah-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4980632/original/088675900_1729925953-3c4be2dd-02e9-4dde-98e4-1b2a557f2b63.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5076500/original/004014500_1735885889-000_32XK6HY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111034/original/031563900_1738033947-AP_Photo-Ben_Curtis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133405/original/8100_1739534500-DALL__E_2025-02-14_19.00.12_-_A_digital_illustration_featuring_various_cryptocurrency_coins__including_Bitcoin__BTC___Ethereum__ETH___Binance_Coin__BNB___Solana__SOL___and_meme_coi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)