Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan nilai tukar rupiah mengalami depresiasi secara moderat di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS) secara global. Meski demikian, ia menilai pelemahan rupiah masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang negara lain di kawasan.
Menurutnya, pergerakan rupiah mencerminkan ketahanan eksternal ekonomi Indonesia serta kuatnya koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter yang dijalankan pemerintah dan otoritas terkait.
BACA JUGA:Trump Umumkan Perang dengan Iran Hampir Berakhir, Rupiah Ditutup Melemah Rp 16.886
BACA JUGA:Purbaya Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
BACA JUGA:Uang Lecek Bisa Ditukar di Penukaran Uang Bank Indonesia, Ini Syaratnya
“Rupiah terdepresiasi secara moderat, sejalan dengan penguatan dolar AS global dan relatif lebih baik dibandingkan banyak negara kelompok. Ini menyampaikan ketahanan eksternal Indonesia serta koordinasi fiskal moneter yang kuat,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, sejak meningkatnya ketegangan geopolitik global, depresiasi rupiah tercatat sekitar 0,3%. Angka tersebut dinilai masih lebih baik dibandingkan beberapa negara di kawasan, seperti Malaysia yang terdepresiasi sekitar 0,5% dan Thailand sekitar 1,6%.
“Sejak perang kita lihat rupiahnya terdepresiasinya sebesar 0,3 persen. Jauh lebih baik dengan mata uang negara-negara di sekeliling kita, mungkin Malaysia 0,5, Thailand 1,6, dan lain-lain,” katanya.
Purbaya menilai penilaian terhadap kondisi ekonomi tidak bisa hanya dilihat dari pergerakan nilai tukar semata, tetapi juga perlu dibandingkan dengan kondisi negara lain secara global. Menurutnya, fondasi ekonomi Indonesia masih cukup baik dan dinilai mampu menjaga stabilitas di tengah tekanan eksternal.
Ia juga menambahkan bahwa kekuatan fundamental ekonomi pada akhirnya akan tercermin pada kinerja pasar modal ke depan. Jika fondasi ekonomi tetap terjaga, maka kinerja saham berpotensi kembali menguat secara bertahap.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/07/29/892551915.jpg)
/2024/03/28/880123798.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4132711/original/011923100_1661233218-Penukaran-Uang-Baru-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2327646/original/049800200_1534128587-Foto_Liputan6.com.jpg)






:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529355/original/013183400_1773327457-IMG_0251.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5254460/original/079028500_1750124342-Bank_Mandiri.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528100/original/086055000_1773238557-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_20.27.55.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528113/original/009665700_1773239757-Jalan_Tol_Solo-Jogja-NYIA_Kulonprogo_segmen_Prambanan-Purwomartani_beroperasi_secara_fungsional-11_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513260/original/010116400_1772007770-006446100_1680078026-money-gbed170cd0_1920_1_.jpg)