Jakarta – Survei emas mingguan kitco news terbaru menunjukkan analis pesimistis terhadap harga emas setelah nada hawkish dari the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral Amerika Serikat (AS). Namun, pelaku pasar bullish dengan harga emas pekan ini.
Mengutip Kitco, Senin, (22/6/2026), 10 analis berpartisipasi dalam survei emas kitco news. Mayoritas analis menilai harga emas akan turun setelah ada potensi kenaikan suku bunga. Hanya satu analis yang memprediksi harga emas naik pekan ini. Sedangkan tujuh lainnya yang mewakiliki 70% memperkirakan, harga emas turun. Sisanya dua analis yang mewakili 20% memprediksi, harga emas mendatar.
BACA JUGA:Harga Emas 24 Karat Hari Ini: Antam, Pegadaian, dan Hartadinata
BACA JUGA:Harga Emas Antam 22 Juni 2026 Masih Stagnan, Intip Daftar Lengkapnya
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan 21 Juni 2026: Patokan Lengkap Beragam Kadar Karat
Sementara itu, 46 suara diberikan dalam jajak pendapat daring Kitco. Investor ritel kembali optimistis terhadap harga emas. Hal ini meski harga emas alami tekanan setelah pengumuman the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS. 25 pedagang ritel atau 54% memprediksi, harga emas akan naik pekan ini. Sedangkan 16% lainnya atau 35% memperkirakan, harga emas turun. Lima investor lainnya yang mewakiliki 11% memperkirakan harga emas konsolidasi.
Presiden Direktur Adrian Day Asset Management, Adrian Day menuturkan, harga emas stabil tetapi berfluktuatif. Ia menuturkan, nada pertemuan the Fed dan komentar ketua baru the Fed Kevin Warsh mengejutkan pasar. “Warsh sendiri kemungkinan tidak akan berusaha mengklarifikasi komentarnya, tidak seperti ketua Fed sebelumnya. Jadi kita harus menunggu pertemuan the Fed berikutnya untuk melihat ke mana The Fed akan melangkah selanjutnya,” ujar dia.
Ia menambahkan, kesepakatan damai antara AS-Iran, meski rapuh, serta pembelian emas berkelanjutan dari bank sentral dan Tether menopang harga dari level bawah.



/2025/10/07/2002674624.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4447121/original/056397600_1685440865-20230530-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674212/original/048639800_1701747087-thought-catalog-I0TDRP0fj6Y-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)