Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perbankan memblokir 36.191 rekening yang diduga terkait aktivitas judi online (judol). Jumlah tersebut meningkat sekitar 3.000 rekening dibandingkan data April 2026 yang mencapai 33.836 rekening. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan, langkah itu merupakan tindak lanjut atas data rekening terindikasi judi online yang disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital.
OJK telah meminta perbankan untuk melakukan enhanced due diligence dan/atau pemblokiran terhadap kurang lebih 36.191 rekening yang terindikasi melakukan aktivitas perjudian daring,” kata Dian dalam konferensi pers disiarkan daring, Selasa (7/7/2026).
BACA JUGA:OJK Pastikan Tak Ada Isu Terkait Penempatan Dana SAL Rp 381 Triliun
BACA JUGA:OJK Janji Genjot Kredit UMKM dan Perluas Akses Pasar
BACA JUGA:OJK Cabut Izin Usaha BPR Syariah Hasanah Mandiri Depok
BACA JUGA:OJK Serahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejari Jaksel
Menurut dia, OJK juga meminta bank memperluas penelusuran dengan menutup rekening lain yang memiliki keterkaitan dengan nomor induk kependudukan (NIK) dari pihak yang terindikasi terlibat judi online. Selain itu, perbankan diminta memperkuat proses enhanced due diligence untuk mencegah penyalahgunaan rekening.
Di sisi penegakan ketentuan, OJK juga mencabut izin usaha PT BPR CPR Parmata Arta yang berlokasi di Jalan Raya Klaten–Solo Kilometer 8,4, Jawa Tengah.
Kinerja Industri Perbankan
Sementara itu, kinerja industri perbankan hingga Mei 2026 masih menunjukkan pertumbuhan positif. Kredit perbankan tumbuh 11,51% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp8.918 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan April yang sebesar 9,98%.
Kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 21,95%, sedangkan kredit korporasi tumbuh 18,39%,” ujar Dian.
Ia menambahkan, kredit UMKM mulai menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan 0,60% secara tahunan, meningkat dari 0,16% pada April. Dari sisi kelompok bank, kredit yang disalurkan bank BUMN tumbuh paling tinggi, yakni 15,98%. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 13,49% menjadi Rp 10.294 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh giro yang naik 20,53%, deposito 10,17%, dan tabungan 10,21%.



/2025/04/15/1633017856.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5702050/original/004842100_1778582833-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054736/original/007210600_1734419905-8bd6d0a2-0e08-4744-b916-300008009aa3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302235/original/005037200_1784537483-1000382590.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288107/original/086931000_1783300273-PAS_Onboarding_via_OVO_App_-_KV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715383/original/005748400_1782802853-IMG_5090.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415020/original/026751200_1763357003-Depositphotos_27639727_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288589/original/038286900_1783327260-IMG_5292__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513917/original/066146500_1772076783-AP6854606784113229.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305546/original/010853000_1784797139-Meet_the_New_BitMEX_App_1200x675_en.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)