Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat tipis pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Namun, penguatan tersebut diperkirakan belum akan bertahan sepanjang perdagangan karena rupiah masih menghadapi tekanan dari sentimen global.
Rupiah naik 6 poin atau 0,03 persen ke level 17.911 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 17.917 per dolar AS.
BACA JUGA:Rupiah Menguat ke 17.899 per Dolar AS, Terdongkrak Sinyal The Fed
BACA JUGA:Meneropong Arah IHSG Akhir 2026, Berpeluang ke 7.000
Analis Bank Woori Saudara (BWS) Rully Nova memperkirakan rupiah justru akan kembali melemah setelah pembukaan perdagangan. Rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang 17.900 per dolar AS hingga 17.960 per dolar AS.
“Rupiah hari ini diperkirakan kembali melemah pada kisaran 17.900 per dolar AS- 17.960 per dolar AS dipengaruhi oleh global kenaikan yield obligasi pemerintah AS dan indeks dolar walaupun harga minyak relatif turun dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bulan ini memudar,” ucapnya dikutip dari Antara.
Tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari pasar keuangan Amerika Serikat. Yield obligasi pemerintah AS tercatat naik menjadi 5,31 persen, sementara indeks dolar AS berada di level 102,12.
Kenaikan yield obligasi AS dapat membuat aset berbasis dolar menjadi lebih menarik bagi investor. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Di sisi lain, peluang kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat mulai berkurang seiring data tenaga kerja AS yang menunjukkan pelemahan.
/2022/10/20/1604525335.jpg)
/2025/01/30/132458517.jpg)
/2026/06/10/159166935.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043410/original/011837300_1446625161-20151104-OJK-Jakarta-Angga-Yuniar.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/922189/original/061254600_1436330199-tol-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328650/original/075500600_1787203805-Menteri_Ketenagakerjaan__Menaker__Yassierli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3543657/original/004020500_1629271438-international-2693231_1280.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458468/original/004833700_1621321944-20210518-Harga-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192688/original/061754900_1595929322-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-3.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816481/original/059395900_1714383540-fotor-ai-20240429133650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322011/original/064657000_1786514057-ChatGPT_Image_Aug_12__2026__12_53_39_PM.jpg)