Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat masih terdapat delapan perusahaan modal ventura yang belum memenuhi ketentuan ekuitas minimum. Keterbatasan sumber pendanaan menjadi salah satu kendala yang dihadapi perusahaan dalam memenuhi persyaratan tersebut.
Kepala Eksekutif Pengawas Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menjelaskan, OJK menyatakan terus memantau realisasi rencana aksi atau action plan pemenuhan ekuitas minimum oleh perusahaan-perusahaan tersebut.
BACA JUGA:Pembiayaan Kendaraan Listrik Tumbuh 34,67%, Tembus Rp 26,20 Triliun
BACA JUGA:OJK Ungkap Dampak Pembekuan ke Pasar Indonesia Jelang Evaluasi MSCI
BACA JUGA:OJK Ungkap Efek Batas Bawah Harga Saham Rp 50 Dihapus
Ketentuan ekuitas minimum perusahaan modal ventura diatur dalam POJK Nomor 25 Tahun 2023, Jelas dia dalam jawaban tertulis, Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan ketentuan yang dirujuk dalam dokumen OJK, ekuitas minimum ditetapkan sebesar Rp 50 miliar bagi perusahaan modal ventura yang berfokus pada penyertaan modal dan Rp 25 miliar bagi perusahaan yang berfokus pada pembiayaan.
Pemenuhan modal menjadi salah satu aspek penting untuk mendukung keberlangsungan usaha perusahaan modal ventura. Selain permodalan, OJK juga menekankan pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian, tata kelola, dan manajemen risiko yang baik.
Langkah tersebut diperlukan agar perusahaan dapat menjaga kondisi keuangan serta kualitas kegiatan usaha sesuai ketentuan yang berlaku.
OJK belum merinci nama delapan perusahaan yang belum memenuhi ketentuan ekuitas minimum tersebut dalam jawaban tertulisnya.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/02/10/462114211.jpg)
/2023/10/01/342276568.jpg)
/2024/01/17/2061950103.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369981/original/026812800_1791542683-bri_private_prodia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368377/original/068185600_1791431197-email-attachment_2026_10_08_adyanugrahadi_menteri-umkm-jadi-pengampu-ekosistem-ojol-kawal-kemitraan-dengan-aplikator_IMG_7377.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353343/original/079554200_1789961127-IMG_7203.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369085/original/095022600_1791467558-Forum_Tukar_Pikiran_Implementasi_Wajib_Halal-8_oktober_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368404/original/053332500_1791433059-email-attachment_2026_10_08_ariefhakim-at-klyid_menkeu-suahasil-fiskal-dan-danantara-saudara-kembar_1000466331.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119144/original/046555200_1738566795-XRP_illustration.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4381430/original/007733200_1680504270-traxer-EBKPxro0A9c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)