Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat benteng pertahanan sektor keuangan dari ancaman penipuan digital (scam). Melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC), otoritas berhasil menyelamatkan ratusan miliar rupiah dana masyarakat yang menjadi korban kejahatan siber.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengungkapkan bahwa total dana korban penipuan digital yang telah berhasil diblokir menembus angka Rp 811,1 miliar.
BACA JUGA:OJK Ungkap Saham Mulai Temukan Harga Wajar Usai Batas Bawah Rp 1
BACA JUGA:OJK Terima 35.438 Pengaduan Entitas Keuangan Ilegal hingga September 2026
BACA JUGA:Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
“Total dana korban yang berhasil diblokir sebesar Rp 811,1 miliar sementara dana yang telah dikembalikan kepada korban mencapai Rp 207,16 miliar,” ucapnya dikutip Selasa (6/10/2026).
Langkah penyelamatan ini berasal dari 702,34 ribu laporan yang masuk ke sistem IASC. Laporan tersebut diterima baik melalui Pelaku Usaha Sektor Keuangan (PUJK) maupun kanal pengaduan langsung dari masyarakat. Dari aduan tersebut, OJK berhasil memverifikasi 1,37 juta rekening, memblokir 702,83 ribu rekening penipu di 24 bank, serta melacak 173.718 nomor telepon pelaku.
Selain memberantas penipuan digital, OJK juga memperketat penegakan aturan perilaku (market conduct) pada PUJK. Sepanjang Januari hingga pertengahan September 2026, otoritas melayangkan 141 peringatan tertulis serta 52 sanksi denda kepada puluhan lembaga keuangan. Evaluasi ketat ini mendorong 157 PUJK untuk mengganti kerugian konsumen dengan nilai total mencapai Rp 82,96 miliar.
/2022/10/20/1604525335.jpg)
/2025/01/30/132458517.jpg)
/2026/06/10/159166935.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192688/original/061754900_1595929322-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-3.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/922189/original/061254600_1436330199-tol-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328650/original/075500600_1787203805-Menteri_Ketenagakerjaan__Menaker__Yassierli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3543657/original/004020500_1629271438-international-2693231_1280.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309012/original/011632200_1785214700-Gemini_Generated_Image_5o6uim5o6uim5o6u.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3458468/original/004833700_1621321944-20210518-Harga-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313336/original/086824700_1785634470-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_33_41_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816481/original/059395900_1714383540-fotor-ai-20240429133650.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322011/original/064657000_1786514057-ChatGPT_Image_Aug_12__2026__12_53_39_PM.jpg)