Jakarta – Laba setelah pajak industri asuransi jiwa konvensional melonjak 75,36% secara tahunan menjadi Rp 13,24 triliun hingga Juni 2026. Menariknya, kenaikan laba tersebut terjadi ketika hasil investasi industri justru tercatat minus Rp 2,6 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun otoritas Jasa Keuangan Ogi Prastomiyono menjelaskan, pertumbuhan laba asuransi jiwa tidak hanya bergantung pada hasil investasi.
BACA JUGA:LPS Targetkan Program Penjaminan Asuransi Aktif 2027
BACA JUGA:Cegah Kegagalan Bisnis Reasuransi, Tugure Perkuat Pencadangan
Kinerja operasional yang membaik, efisiensi beban, serta kontribusi portofolio bisnis yang tetap solid turut menopang profitabilitas industri, jelas dia dalam jawaban tertulis, Sabtu (5/9/2026).
Artinya, tekanan dari sisi investasi tidak serta-merta membuat laba industri asuransi jiwa ikut tertekan.
OJK mencatat penguatan kinerja underwriting dan operasional menjadi salah satu faktor penting di balik pertumbuhan laba tersebut.
Kondisi ini menunjukkan adanya perubahan sumber penopang laba industri. Jika sebelumnya hasil investasi menjadi salah satu pendorong utama, perusahaan kini perlu semakin mengandalkan kinerja bisnis inti untuk menjaga profitabilitas.
OJK menilai kondisi pasar keuangan yang dinamis membuat perusahaan asuransi jiwa perlu lebih berhati-hati dalam mengandalkan keuntungan investasi.
/2025/10/21/1931938317.jpg)
/2026/04/09/1245873096.jpg)
/2025/05/15/1410036399.jpg)
/2026/04/28/835899588.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473565/original/045606700_1768449409-e8f30a03-0f34-4cca-868f-659668113d39.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4530306/original/071191800_1691485273-Minuman-Kemasan-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341735/original/077203000_1788680194-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499595/original/041663900_1770790832-IMG-20260203-WA0020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3181749/original/007438500_1594892571-20200716-Rupiah-6.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3938818/original/005997700_1645185149-20220218-Pangsa_Pasar_KPR_Subsidi_BTN_Meleji-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309013/original/069225700_1785214716-107347162-1702486289346-gettyimages-1852400117-_cf23021_tuz1gxpa.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352153/original/096135700_1610959711-20210118-Emas-Antam-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740424/original/062893500_1707701851-fotor-ai-2024021283117.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3951437/original/087416700_1646299690-3_maret_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)