Jakarta – Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat pada perdagangan Rabu (6/5/2026). Mata uang Garuda naik 37 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp17.387 per dolar Amerika Serikat (AS), dibanding penutupan sebelumnya di level Rp17.424 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, mengatakan penguatan rupiah didorong fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih cukup solid.
BACA JUGA:Kadin Ungkap Ancaman yang Mengintai di Balik Pertumbuhan Ekonomi 5,61%
BACA JUGA:Rupiah Melemah, Risiko Keluarnya Modal Asing Mengintai Pasar Saham Indonesia
Menurut dia, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebelumnya menyampaikan bahwa rupiah saat ini berada dalam kondisi undervalued atau masih berada di bawah nilai wajarnya sehingga memiliki peluang menguat.
“Gubernur Perry Warjiyo menyampaikan bahwa rupiah saat ini berada dalam kondisi undervalued dan memiliki potensi untuk menguat, didukung oleh pertumbuhan ekonomi sekitar 5,61 persen, inflasi yang rendah, pertumbuhan kredit, serta cadangan devisa yang kuat,” ujar Amru kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan, tekanan terhadap rupiah dalam beberapa hari terakhir lebih banyak dipicu faktor sementara, seperti tingginya kebutuhan dolar AS untuk impor, pembayaran utang luar negeri, repatriasi dividen, hingga arus modal keluar dari pasar domestik.
Selain itu, pelaku pasar global juga cenderung mengambil sikap hati-hati di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532293/original/061990200_1628161552-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1129521/original/070433500_1454399964-20160202-Reaksi-Presiden-FSPMIKSPI-Terkait-Tutupnya-Dua-Perusahaan-Raksasa-Elektronik-Helmi-tebe-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523351/original/063455500_1772803904-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026c.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5686091/original/043743900_1778559896-1000315779.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/781851/original/087607700_1418807496-nickel.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5579577/original/079405700_1778057267-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1954437/original/003823600_1519994760-20180302-Dolar-AY1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186932/original/075074000_1744629098-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3352150/original/028984100_1610959709-20210118-Emas-Antam-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5542609/original/067408900_1774947977-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_14.15.23.jpeg)