Jakarta – Scam atau penipuan digital kini berkembang menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia. Modusnya semakin beragam, mulai dari investasi bodong, penipuan berkedok pekerjaan, hingga love scam yang memanfaatkan hubungan asmara untuk menguras harta korban.
Bahkan, Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI) mengungkap kasus love scam dengan kerugian terbesar yang pernah ditangani mencapai Rp 120 miliar.
BACA JUGA:OJK Pastikan Tak Ada Isu Terkait Penempatan Dana SAL Rp 381 Triliun
BACA JUGA:OJK Janji Genjot Kredit UMKM dan Perluas Akses Pasar
BACA JUGA:OJK Cabut Izin Usaha BPR Syariah Hasanah Mandiri Depok
BACA JUGA:OJK Serahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejari Jaksel
Di sisi lain, total kerugian masyarakat akibat berbagai bentuk scam telah menembus Rp 9,3 triliun, sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat Asia Tenggara kini menjadi salah satu pusat operasi penipuan digital terbesar di dunia.
Kasus dengan kerugian Rp 120 miliar itu dialami seorang perempuan yang berprofesi sebagai akuntan publik di Medan. Hanya dalam waktu sekitar empat bulan, seluruh dana pribadinya ludes setelah menjalin hubungan secara daring dengan pelaku.
Direktur Satgas PASTI, Brigjen Djoko Prihadi, mengatakan kasus tersebut merupakan yang terbesar yang pernah ditangani pihaknya.
Satu-satunya paling besar itu. Satu orang Rp 120 miliar. Satu orang dan 4 bulan sudah amblas, ujar Djoko di sela Seminar Strengthening Defenses Against Scams di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Menurut Djoko, pelaku love scam hampir tidak pernah langsung meminta uang kepada calon korban. Mereka lebih dulu membangun hubungan emosional melalui komunikasi intensif hingga korban merasa memiliki kedekatan dan kepercayaan yang tinggi.
Dalam kasus di Medan, baik korban maupun pelaku sama-sama berada di kota yang sama. Kedekatan yang terjalin selama beberapa bulan membuat korban tanpa ragu mentransfer dana dalam jumlah sangat besar kepada pelaku.
Fenomena ini menunjukkan bahwa korban penipuan digital bukan hanya masyarakat yang minim literasi keuangan. Satgas PASTI menemukan korban berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari dokter, notaris, hingga akuntan publik yang sehari-hari justru terbiasa mengelola keuangan.
Artinya, pelaku tidak lagi mengandalkan tipu daya sederhana. Mereka memanfaatkan manipulasi psikologis, kesabaran, dan teknologi untuk membangun rasa percaya sebelum akhirnya menjalankan aksinya.



/2025/04/15/1633017856.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288854/original/054057800_1783336525-Ketua_Dewan_Komisioner_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi-6_Juli_2026d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881568/original/087545300_1719967244-fotor-ai-2024070373816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292442/original/016436800_1783596284-Penasihat_Presiden_Bidang_Ketenagakerjaan_dan_Kesejahteraan_Buruh__Said_Iqbal-9_Juli_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302235/original/005037200_1784537483-1000382590.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288107/original/086931000_1783300273-PAS_Onboarding_via_OVO_App_-_KV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715383/original/005748400_1782802853-IMG_5090.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288589/original/038286900_1783327260-IMG_5292__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5513917/original/066146500_1772076783-AP6854606784113229.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305546/original/010853000_1784797139-Meet_the_New_BitMEX_App_1200x675_en.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)