Jakarta – Harga emas menguat lebih dari 1% pada Jumat, 11 September 2026 (Sabtu pagi Jakarta). Harga emas dunia bangkit kembali dari penurunan baru-baru ini dan menemukan titik dasar jangka pendek, meskipun data inflasi Amerika Serikat (AS) yang kuat memperkuat harapan kenaikan suku bunga oleh the Federal Reserve (the Fed) pekan depan.
Mengutip CNBC, Sabtu (12/9/2026), harga emas spot naik 1,1% menjadi US$ 4.363,01 per ons. Namun, logam mulia ini mencatat penurunan sekitar 1,5% sepanjang pekan.
BACA JUGA:Wall Street Melesat, Investor Abaikan Data Inflasi AS Terbaru
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan 11 September 2026: Cek Ragam Kadar Karat di Sini
BACA JUGA:Harga Emas Hari Ini Tergelincir Setelah Rilis Data Ekonomi AS
Emas pulih dengan cepat setelah sempat turun sesaat, karena data CPI tampaknya memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pekan depan. Volatilitas cenderung mereda karena pasar sudah memperhitungkan kemungkinan kenaikan sebesar 70%, ujar seorang pedagang logam independen, Tai Wong.
Pergerakan harga saat ini mengindikasikan bahwa emas sedang menemukan titik dasar jangka pendek setelah penurunan baru-baru ini,” ia menambahkan.
Harga emas berjangka AS ditutup hampir tidak berubah di level US$ 4.408,90 per ons.
Harga sempat turun hampir 2% pada Kamis setelah data Indeks Harga Produsen (PPI) AS menunjukkan kenaikan harga yang sesuai dengan ekspektasi pada Agustus.
Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,4% bulan lalu setelah sebelumnya naik tipis 0,1% pada Juli, menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) yang dirilis pada Jumat.
Harga minyak turun, tetapi tetap berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan.
Harga minyak yang lebih tinggi memicu kekhawatiran inflasi, sehingga memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga. Meskipun emas biasanya dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil (bunga).
Para pedagang memperhitungkan peluang sebesar 87% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan The Fed pekan depan, naik dari 67% sebelum data inflasi dirilis, menurut data CME FedWatch Tool.
Permintaan emas di India cenderung lesu pekan ini karena fluktuasi harga membuat pembeli menahan diri, sementara permintaan investasi tetap kuat di China, negara konsumen emas terbesar.
/2026/03/19/965298007.jpg)
/2024/12/09/820861297.jpg)
/2023/04/21/1962176000.jpg)
/2026/05/23/1485118576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297480/original/092774900_1784094303-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-15_Juli_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349931/original/025810500_1757942394-AP25248772964198.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294558/original/035037500_1783843547-Pertamina_Perkuat_Kemandirian_Energi_Nasional_Melalui_Program_B50-4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345297/original/037015700_1789028707-1002766367.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532280/original/085965300_1628161371-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346756/original/013308200_1789201979-Depositphotos_860056838_L.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4796664/original/075845200_1712438897-a-perry-XGr8jarX0gY-unsplash.jpg)