Jakarta – Harga emas 24 karat hdi Indonesia mengalami lonjakan signifikan pada Selasa, 23 September 2025, mencetak rekor tertinggi baru. Kenaikan ini terjadi baik pada produk PT Aneka Tambang Tbk (Antam) maupun di Pegadaian, menarik perhatian para investor dan pelaku pasar.
Situasi ini mencerminkan dinamika pasar emas global yang sedang bergejolak.
BACA JUGA:Daftar Lengkap Harga Emas Pegadaian Hari Ini 19 September 2025, Ada yang Turun
BACA JUGA:Harga Emas 24 Karat Hari Ini 16 September 2025: Antam Cetak Rekor, Emas Dunia Meroket
BACA JUGA:Harga Emas 24 Karat Hari Ini 12 September 2025: UBS Turun di Pegadaian
BACA JUGA:Harga Emas 24 Karat Hari Ini 11 September 2025, Intip Rinciannya
Baca Juga
-
Adu Harga Emas 24 Karat di Semar Nusantara dan Pegadaian Hari Ini 21 September 2025
-
Daftar Harga Emas 24 Karat Hari Ini 20 September 2025: Semar Nusantara, Antam dan Pegadaian
-
Harga Emas Antam Hari Ini 20 September 2025 Pecah Rekor Termahal Lagi
Melonjaknya harga emas ini dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap potensi penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve Amerika Serikat (AS). Para analis memprediksi bahwa sinyal dari The Fed akan terus mendorong harga emas ke level yang lebih tinggi. Kondisi ini membuat emas menjadi aset yang semakin diminati sebagai lindung nilai.
Kenaikan harga emas Antam mencapai Rp 41.000 per gram, sementara harga emas di Pegadaian juga menunjukkan tren serupa untuk produk Antam dan UBS.
Lantas, bagaimana rincian lengkap Harga Emas 24 Karat Hari Ini dan apa saja faktor-faktor lain yang turut memengaruhinya? Informasi ini penting bagi Anda yang ingin berinvestasi atau sekadar memantau pergerakan harga komoditas berharga ini.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/07/29/892551915.jpg)
/2024/03/28/880123798.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5169469/original/040743000_1742530703-IMG-20250321-WA0006.jpg)



/2024/08/05/571848052.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529355/original/013183400_1773327457-IMG_0251.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5254460/original/079028500_1750124342-Bank_Mandiri.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528100/original/086055000_1773238557-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_20.27.55.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528113/original/009665700_1773239757-Jalan_Tol_Solo-Jogja-NYIA_Kulonprogo_segmen_Prambanan-Purwomartani_beroperasi_secara_fungsional-11_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513260/original/010116400_1772007770-006446100_1680078026-money-gbed170cd0_1920_1_.jpg)