Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah kerap memicu kekhawatiran, terutama saat mengalami pelemahan terhadap mata uang asing. Namun di balik tekanan tersebut, tersimpan peluang bagi sejumlah sektor ekonomi.
Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, John Eddy Junarsin, menilai fluktuasi nilai tukar merupakan fenomena kompleks yang tidak bisa dipandang secara hitam-putih.
BACA JUGA:Rupiah Stabil, Berpeluang Menguat Usai Pernyataan Trump
BACA JUGA:Rupiah Belum Aman, Tekanan Berat Diperkirakan Berlanjut di Mei
Menurutnya, dinamika nilai tukar dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi geopolitik global hingga kebijakan domestik.
“Depresiasi dan apresiasi mata uang ditentukan oleh mekanisme pasar. Faktor eksternal dan kebijakan pemerintah sama-sama berperan,” ujarnya kepada dikutip Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, peran Bank Indonesia sebagai otoritas moneter dalam menjaga stabilitas rupiah juga memiliki batas. Intervensi yang dilakukan bersifat terbatas dan tidak sepenuhnya mampu mengendalikan arah pergerakan mata uang.
Meski demikian, pelemahan rupiah tidak selalu berdampak negatif. Dalam kondisi tertentu, situasi ini justru memberi keuntungan bagi sektor berorientasi ekspor.
Produk dalam negeri menjadi lebih kompetitif di pasar global, sementara harga barang impor cenderung meningkat sehingga mendorong konsumsi produk lokal.
“Perusahaan domestik bisa lebih kompetitif, dan ada potensi peningkatan lapangan kerja di sektor produktif,” kata John.



/2025/07/21/1090921824.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523299/original/026180000_1772800697-IMG_0755.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565685/original/015970400_1777073651-WhatsApp_Image_2026-04-25_at_06.24.20.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5573310/original/062516500_1777888921-IMG_4199.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567464/original/020192000_1777281872-IMG_2719.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5572666/original/009246600_1777864313-WhatsApp_Image_2026-05-04_at_09.41.03_1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571829/original/093118300_1777704198-AP26122040085377.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494446/original/004987900_1770289836-Wakil_Menteri_Keuangan_Juda_Agung.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571309/original/088082300_1777615901-bur1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3977328/original/018204200_1648468441-FOTO.jpg)