Jakarta – Persaingan mendapatkan modal di pasar global semakin ketat. Pemerintah membutuhkan pendanaan untuk membiayai infrastruktur, ketahanan energi, pertahanan, dan berbagai prioritas pembangunan. Sementara itu, perusahaan terus meningkatkan investasi pada kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pusat data, serta infrastruktur digital.
Citi menilai kondisi tersebut menandai era baru persaingan pendanaan, terutama ketika suku bunga diperkirakan bertahan tinggi dalam waktu lebih lama atau dikenal sebagai tren higher-for-longer.
BACA JUGA:OJK Ungkap 8 Perusahaan Modal Ventura Belum Penuhi Modal Minimum
BACA JUGA:BI: Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Butuh Modal, Inovasi dan Talenta
BACA JUGA:Luhut Rayu Investor: Tak Ragu Investasi di Indonesia
Global Head of Public Sector Group Citi, Stephanie von Friedeburg, mengatakan perubahan mendasar tengah terjadi di pasar modal global. Pemerintah dan sektor swasta kini harus bersaing mendapatkan sumber pembiayaan yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan masing-masing.
“Kami melihat ada perubahan mendasar di pasar modal global. Pemerintah melakukan peminjaman untuk mendanai pembangunan, infrastruktur, dan prioritas strategis, sementara sektor swasta berinvestasi besar pada AI dan infrastruktur digital. Dengan persaingan modal yang semakin ketat, akses terhadap pembiayaan dan solusi pendanaan yang inovatif akan menjadi sangat penting,” ujar Stephanie von Friedeburg dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).
Di tengah tingginya suku bunga dolar AS, penerbit surat utang dari kalangan pemerintah maupun perusahaan mulai mencari alternatif pendanaan melalui pasar mata uang lokal, termasuk renminbi (RMB), dolar Australia (AUD), dolar Hong Kong (HKD), dan dolar Singapura (SGD).
Citi menilai strategi pendanaan multimata uang dapat melengkapi pembiayaan dolar AS, membantu mengoptimalkan biaya modal, serta memperluas sumber likuiditas bagi para penerbit.
/2019/08/05/1615535358.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2025/03/02/139327218.jpg)
/2026/05/21/1815365879.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1043408/original/005104300_1446622303-20151104-OJK-AY-2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371919/original/008702900_1791854435-000_D2Z484J.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371761/original/067679800_1791804950-AP26285357585394.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3192689/original/010053900_1595929323-20200728-Harga-Emas-Tembus-Rp-1-Juta-per-Gram-4.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)