Jakarta – Ketua Federal Reserve (the Fed) Kevin Warsh mengungkapkan kekhawatiran terhadap tingginya inflasi di Amerika Serikat (AS). Ia bahkan mengisyaratkan suku bunga bisa saja dinaikkan lagi jika belum ada kemajuan berarti dalam meredakan tekanan harga
Pernyataan yang banyak dinanti pasar ini disampaikan Warsh dalam simposium tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, Jumat, 28 Agustus waktu setempat, dilansir dari CNBC, Sabtu (29/8/2026).
BACA JUGA:Iran Bantah Rencana Bunuh Putra Trump, Sebut Propaganda Netanyahu
BACA JUGA:AS Beri Sanksi Bank Mesir di Uni Emirat Arab Terkait Iran
BACA JUGA:AS Pindahkan Bitcoin Sitaan Alameda, Sinyal Likuidasi?
BACA JUGA:Trump Dapat Kendali 65 Miliar Barel Minyak Venezuela, Cadangan AS Berpotensi Melonjak
BACA JUGA:Harga Minyak Hari Ini Anjlok Imbas Kebuntuan Perundingan AS-Iran
Dalam pidato, Warsh sengaja menghindari kepastian soal forward guidance atau sinyal verbal mengenai arah kebijakan The Fed ke depan. Ia juga tidak memberi kejelasan soal reaction function, yakni indikator ekonomi yang bakal memicu perubahan suku bunga.
Meski begitu, Warsh mengakui inflasi di AS masih tinggi. Meski data inflasi musim panas ini lebih baik dari perkiraan, itu belum menunjukkan bahwa tren dasarnya benar-benar membaik secara signifikan, ujarnya.
Kita harus yakin bahwa inflasi inti sedang bergerak jelas menuju target kita, dengan kecepatan yang memadai. Jika tidak, artinya masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Itulah tugas, mandat, dan tanggung jawab kami,” ia menambahkan.
Pasar Saham Menguat, Yield Obligasi Melonjak
Usai pidato tersebut, pasar saham AS justru menguat. Sementara itu, imbal hasil obligasi Treasury melonjak cukup tajam. Obligasi tenor 2 tahun yang sensitif terhadap kebijakan The Fed naik hampir 8 basis poin atau 0,08% ke level 4,31%, tertinggi sejak akhir Juli.

/2025/09/29/736338359.jpg)
/2024/10/08/2080005206.jpg)
/2026/01/30/108812249.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013694/original/080364800_1651632347-000_329D9VK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4465921/original/038044100_1686733529-Deputi-Gubernur-Senior-Bank-Indonesia-Desty-Damayanti-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7009692/original/065736200_1779781689-Menteri_Perumahan_dan_Kawasan_Permukiman__PKP__Maruarar_Sirait__meninjau_progres_pembangunan_rusun_di_Kawasan_Meikarta-26_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3354469/original/046829100_1611133736-20210120-PERTUMBUHAN-UANG-BEREDAR-2.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324621/original/092329900_1608026628-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4674211/original/014291300_1701747020-aleksi-raisa-DCCt1CQT8Os-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552280/original/064193900_1775805339-Gemini_Generated_Image_ugntt4ugntt4ugnt_1_.jpg)