Jakarta – Bank Mandiri memandang prospek pertumbuhan kredit industri perbankan pada 2026 tetap positif, didukung oleh kinerja kuat pada tahun sebelumnya. Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Mochamad Rizaldi menyampaikan, hingga 2025, kredit bank only Bank Mandiri mencapai Rp 1.497 triliun atau tumbuh 14,2 persen secara tahunan.
Angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan yang berada di kisaran 9,69 persen year-on-year. Dapat kami sampaikan pada tahun 2025, kredit Bank Only Bank Mandiri itu mencapai Rp 1.497 triliun atau tumbuh 14,2 persen secara tahunan. Ini di atas rata-rata pertumbuhan industri yang berada pada kisaran 9,69 persen year on year, kata Mochamad Rizaldi dalam Laporan Keuangan Triwulan IV 2025 Mandiri, Kamis (5/2/2026).
BACA JUGA:Dana Pihak Ketiga Bank Mandiri Tumbuh 23,9% pada 2025
BACA JUGA:Aset Bank Mandiri Tumbuh 16,6% Sepanjang 2025
BACA JUGA:Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Rp 56,3 Triliun Sepanjang 2025
BACA JUGA:Inflasi Januari 2026 Naik ke 3,55%, Bank Mandiri Nilai Masih Terkendali
Capaian tersebut menjadi fondasi bagi strategi ekspansi pada 2026. Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan kredit akan tetap berada di atas rata-rata industri, sekaligus sejalan dengan arah kebijakan dan proyeksi regulator.
Dengan kinerja tersebut, pada tahun 2026 kami memproyeksikan pertumbuhan kredit tetap berada di atas industri serta sejalan dengan arah dan proyeksi dari regulator, ujarnya.
Optimisme ini didukung oleh kondisi ekonomi yang relatif stabil serta kebutuhan pembiayaan yang masih tinggi di berbagai sektor. Dengan momentum yang sudah terbentuk, perseroan akan terus menjaga kualitas pertumbuhan melalui pengelolaan portofolio yang seimbang.
Segmen Wholesale dan Retail Jadi Motor Pertumbuhan
Pada 2026, Bank Mandiri menilai baik segmen wholesale maupun retail akan menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit. Pengelolaan portofolio mix dilakukan untuk memperluas ekosistem bisnis secara optimal, sekaligus meningkatkan penetrasi pembiayaan ke berbagai lapisan nasabah.
Pada tahun 2026, baik segmen wholesale maupun retail akan menjadi pendorong pertumbuhan melalui pengelolaan portofolio mix untuk perluasan ekosistem secara optimal, kata Rizaldi.
Fokus penyaluran kredit diarahkan pada penguatan sektor produktif, terutama UMKM serta sektor-sektor yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
/2024/02/15/2106305076.jpg)
/2025/02/10/857296683.jpg)
/2025/12/14/52894173.jpg)
/2023/01/09/817601117.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3596926/original/084968200_1633709796-e-commerce.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4903836/original/028072600_1722225137-IMG-20240729-WA0054.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493315/original/002394000_1770201772-publikasi_1770195993_69830c1906957.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461029/original/013356100_1767334575-1c085ba118a3a38eaa460f0137e69d9d-800x450.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5350021/original/004972300_1757985831-AP25247638664828.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4710962/original/010216300_1704839246-WhatsApp_Image_2024-01-10_at_04.54.19.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493433/original/072755900_1770214249-1000225263.jpg)