• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Selasa, September 22, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Penundaan Insentif Kendaraan Listrik Picu Kekhawatiran Industri Otomotif

    Penundaan Insentif Kendaraan Listrik Picu Kekhawatiran Industri Otomotif

    GAPKI Sebut Harga TBS Sawit Mulai Pulih Usai Pemerintah Beri Kepastian Soal DSI

    GAPKI Sebut Harga TBS Sawit Mulai Pulih Usai Pemerintah Beri Kepastian Soal DSI

    Kemenpar Tertibkan Hotel dan Vila Tanpa Izin di OTA, Ini Respons Pengusaha

    Kemenpar Tertibkan Hotel dan Vila Tanpa Izin di OTA, Ini Respons Pengusaha

    Suryacipta Optimistis Penjualan Lahan Industri 2026 Ditopang Investor Asing

    Suryacipta Optimistis Penjualan Lahan Industri 2026 Ditopang Investor Asing

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Penundaan Insentif Kendaraan Listrik Picu Kekhawatiran Industri Otomotif

    Penundaan Insentif Kendaraan Listrik Picu Kekhawatiran Industri Otomotif

    GAPKI Sebut Harga TBS Sawit Mulai Pulih Usai Pemerintah Beri Kepastian Soal DSI

    GAPKI Sebut Harga TBS Sawit Mulai Pulih Usai Pemerintah Beri Kepastian Soal DSI

    Kemenpar Tertibkan Hotel dan Vila Tanpa Izin di OTA, Ini Respons Pengusaha

    Kemenpar Tertibkan Hotel dan Vila Tanpa Izin di OTA, Ini Respons Pengusaha

    Suryacipta Optimistis Penjualan Lahan Industri 2026 Ditopang Investor Asing

    Suryacipta Optimistis Penjualan Lahan Industri 2026 Ditopang Investor Asing

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Intip Rekomendasi Saham Emiten Big Cap yang Tertekan dalam 10 Tahun Terakhir

Intip Rekomendasi Saham Emiten Big Cap yang Tertekan dalam 10 Tahun Terakhir

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-10-17
0

Intip Rekomendasi Saham Emiten Big Cap yang Tertekan dalam 10 Tahun Terakhir

wmhg.org – JAKARTA. Selama 10 tahun pemerintahan Presiden Jokowi, sejumlah saham big cap penghuni indeks LQ45 seperti PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengalami penurunan signifikan.

Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (16/10), SMGR menghasilkan return negatif pada satu dekade terakhir sebesar turun 65,65%, lalu ada GGRM sebesar melemah 62,08%, PGAS koreksi 58,34% dan EXCL turun 54,59%.

Kemudian, saham-saham big cap lainnya seperti PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga mengalami perlambatan pertumbuhan sepanjang 10 tahun terakhir.

Tonton: IHSG Kembali Naik, CEK 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi 15 Oktober 2024

Meskipun saham-saham ini dulunya dikenal sebagai pilihan kuat bagi investor, tantangan struktural dalam sektor-sektor terkait serta perubahan dinamika bisnis membuat saham-saham ini kurang menarik dalam hal return yang memuaskan.

Penurunan harga saham ini mengindikasikan bahwa investor menghadapi tantangan untuk mendapatkan cuan dari saham-saham besar tersebut.

Founder Stocknow.id Hendra Wardana menyoroti SMGR mengalami tekanan karena over kapasitas di industri semen dan ketatnya persaingan. Ditambah lagi dengan penurunan permintaan akibat perlambatan proyek infrastruktur domestik. 

Sementara itu, GGRM terkena dampak dari kenaikan cukai rokok yang konsisten setiap tahun yang secara langsung mempengaruhi margin perusahaan dan kemampuan untuk meningkatkan profitabilitas.

PGAS juga mengalami hambatan karena kebijakan harga gas yang diatur oleh pemerintah, sehingga memotong profit margin perusahaan.

Tonton: 6 Kriteria Ideal Saham Layak Beli ala Lo Kheng Hong

Di sisi lain, EXCL menghadapi tantangan dari persaingan ketat di industri telekomunikasi yang menyebabkan perang harga dan penurunan Average Revenue Per User (ARPU). Ditambah lagi dengan kebutuhan investasi infrastruktur besar untuk jaringan membebani keuangan perusahaan.

Terlepas dari penurunan tersebut, bukan berarti perusahaan-perusahaan ini tidak mampu beradaptasi. Banyak dari mereka telah melakukan transformasi digital, ekspansi produk, atau restrukturisasi untuk menghadapi tantangan ini, kata Hendra kepada Kontan, Rabu (16/10).

Namun, mengingat perubahan bisnis dan ketatnya regulasi, investor harus realistis dengan ekspektasi return. Saham-saham seperti GGRM, misalnya, dinilai sulit untuk memberikan return tinggi dalam jangka panjang karena faktor regulasi yang membatasi. 

Sementara itu, TLKM dan Astra International masih memiliki potensi pertumbuhan, terutama TLKM yang telah mengembangkan bisnis digital dan data.

Prospek Saham Big Cap

Prospek jangka panjang beberapa saham big cap masih ada, meskipun tidak semua akan langsung berbalik positif. Beberapa emiten, seperti SMGR dan PGAS bisa mendapatkan angin segar dari pemulihan sektor infrastruktur atau reformasi harga energi. EXCL juga berpotensi membaik seiring dengan pemulihan ekonomi dan meningkatnya permintaan data. 

Hendra merekomendasikan untuk buy saham SMGR, PGAS, EXCL dan TLKM dengan target harga masing-masing Rp  4.450 per saham, Rp 1.655 per saham, Rp 2.650 per saham, dan Rp 3.190 per saham. 

Hendra menjelaskan, rekomendasi buy ini didasarkan pada valuasi yang kini sudah lebih rendah dan potensi kenaikan harga saham dengan asumsi stabilitas ekonomi makro dan kebijakan pemerintah yang mendukung. 

  EXCL Chart by TradingView

Namun, investor perlu mengadopsi pendekatan jangka panjang, mengingat volatilitas sektor-sektor ini yang masih dipengaruhi oleh kebijakan regulasi dan dinamika kompetitif masing-masing industri, tutupnya.

Tonton: Tren Bunga The Fed Bertahan, Masih Ada Peluang Cuan

Investor Cermati Fundamental

Hendra menegaskan bahwa investor harus fokus pada sektor tempat saham-saham big cap tersebut beroperasi, kemudian kembali menilai kekuatan fundamental emiten di dalamnya. 

Menurutnya, setiap sektor memiliki tantangan dan peluang yang berbeda. Misalnya, sektor energi seperti PGAS sangat dipengaruhi oleh kebijakan harga gas, sementara sektor infrastruktur seperti SMGR menghadapi tantangan over kapasitas. Di sisi lain, sektor telekomunikasi seperti TLKM dan EXCL tengah menghadapi persaingan ketat dan kebutuhan investasi besar, tetapi punya potensi tumbuh dari layanan data.

Kuncinya ialah menilai apakah emiten di sektor tersebut mampu beradaptasi dengan dinamika industri dan kebijakan pemerintah yang berlaku. 

Emiten dengan strategi yang solid dan inovatif cenderung lebih berpeluang untuk membalikkan kinerja negatifnya. 

Dalam hal ini, investor harus selektif dan mempertimbangkan valuasi saham yang sudah lebih rendah, serta mempertimbangkan risiko dari masing-masing sektor dan emiten. 

Diversifikasi portofolio dan memahami tren makroekonomi juga penting untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan potensi return, tutupnya.

Sementara itu, Direktur PT Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus mengungkapkan gugurnya deretan saham big cap tersebut lebih ke arah fundamental, di mana kinerja dari emiten tersebut memang tidak tumbuh positif dan cenderung stagnan.

Daniel mengungkapkan sederet emiten tersebut mayoritas sudah mature sehingga diperlukan inovasi dari perusahaan untuk bisa bersaing dengan kondisi ekonomi saat ini.

Kendati demikian, ia menjelaskan secara prospek saham-saham itu masih bisa tumbuh berbalik positif tergantung dari strategi yang dijalankan oleh emiten dan kondisi fundamental di Tanah Air.

Daniel merekomendasikan untuk mencermati saham ASII dengan target harga Rp 5.500 per saham, TLKM di target harga Rp 3.200 per saham dan UNVR pada target harga Rp 2.450.

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Ini Keuntungan Investasi ORI026 yang Bisa Dibeli di BRImo, Salah Satunya Minim Risiko!

Ini Keuntungan Investasi ORI026 yang Bisa Dibeli di BRImo, Salah Satunya Minim Risiko!

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Cara Mudah Verifikasi OVO untuk Limit Rp10 Juta, Begini Langkah-Langkahnya

Cara Mudah Verifikasi OVO untuk Limit Rp10 Juta, Begini Langkah-Langkahnya

2025-05-02
BUMN Bidik Sumbang Dividen Rp 165 Triliun Dalam 5 Tahun

BUMN Bidik Sumbang Dividen Rp 165 Triliun Dalam 5 Tahun

2025-10-15
Suku Bunga The Fed Naik, Ini Dampak ke Indonesia

Suku Bunga The Fed Naik, Ini Dampak ke Indonesia

2026-09-18
Suahasil Nazara Minta Pengawasan Bea Cukai Mampu Baca Pola, Bukan Hanya Menindak Pelanggaran

Suahasil Nazara Minta Pengawasan Bea Cukai Mampu Baca Pola, Bukan Hanya Menindak Pelanggaran

2026-09-22
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Survei: 100% Analis Prediksi Harga Emas Naik

Survei: 100% Analis Prediksi Harga Emas Naik

2026-09-22
Harga Emas Antam 21 September 2026 Turun Rp 10.000, Cek Rincian di Sini

Harga Emas Antam 21 September 2026 Turun Rp 10.000, Cek Rincian di Sini

2026-09-22
Harga Emas Perhiasan 21 September 2026 di Raja Emas dan Laku Emas

Harga Emas Perhiasan 21 September 2026 di Raja Emas dan Laku Emas

2026-09-22
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 21 September 2026: Galeri24 Tembus Rp 2,5 Juta

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 21 September 2026: Galeri24 Tembus Rp 2,5 Juta

2026-09-22

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Google Gemini Prediksi Harga XRP Bisa Tembus US$ 7

Google Gemini Prediksi Harga XRP Bisa Tembus US$ 7

2026-09-22
0
Harga Kripto 21 September 2026: Bitcoin dan Ethereum Kompak Menghijau

Harga Kripto 21 September 2026: Bitcoin dan Ethereum Kompak Menghijau

2026-09-22
0
Penipu Kripto Mencuri Rp 30,28 Miliar Milik Lansia

Penipu Kripto Mencuri Rp 30,28 Miliar Milik Lansia

2026-09-22
0
Empat Pelaku Sekap Keluarga Pekerja Kripto, Aset Digital Rp 818 Juta Raib

Empat Pelaku Sekap Keluarga Pekerja Kripto, Aset Digital Rp 818 Juta Raib

2026-09-22
0
Bank Sentral Eropa Meluncurkan Pontes untuk Rampungkan Transaksi Blockchain

Bank Sentral Eropa Meluncurkan Pontes untuk Rampungkan Transaksi Blockchain

2026-09-22
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

Survei: 100% Analis Prediksi Harga Emas Naik

Survei: 100% Analis Prediksi Harga Emas Naik

2026-09-22
Harga Emas Antam 21 September 2026 Turun Rp 10.000, Cek Rincian di Sini

Harga Emas Antam 21 September 2026 Turun Rp 10.000, Cek Rincian di Sini

2026-09-22

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.