Jakarta – The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 3,75–4,00% pada pertemuan Federal Open Market Committee 15-16 September 2026, memantik pertanyaan lama yang selalu relevan: kenapa kebijakan bank sentral Amerika Serikat ini bisa berpengaruh ke Indonesia?
Berikut penjelasan lengkapnya.
BACA JUGA:Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Ditutup Merosot
BACA JUGA:The Fed Kerek Suku Bunga, Hal Ini Perlu Investor Ketahui
BACA JUGA:The Fed Kerek Suku Bunga, Dana Asing Terancam Kabur dari RI
BACA JUGA:Trump Masih Percaya Ketua The Fed, tapi Minta Suku Bunga Turun ke 1%
BACA JUGA:Rupiah Melemah ke 17.739 per Dolar AS, Pasar Cermati Kebijakan The Fed
BACA JUGA:Fed Funds Rate Naik, Mimpi Bunga Kredit Murah Sirna
Apa itu suku bunga The Fed?
Suku bunga The Fed adalah kisaran sasaran suku bunga sangat pendek antarbank di Amerika Serikat (federal funds rate), yang ditetapkan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) sebagai instrumen utama kebijakan moneter AS. Suku bunga ini bukan bunga kredit yang langsung dikenakan kepada masyarakat, melainkan acuan yang merambat ke bunga simpanan, kredit, obligasi pemerintah AS, kredit perumahan, pembiayaan perusahaan, hingga nilai tukar dolar.
Suku bunga the Fed adalah suku bunga kebijakan yang dipakai AS, kata Ekonom Institute for Economic and Social Research Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Teuku Riefky.
Menurut Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, logika di baliknya sederhana: ketika inflasi terlalu tinggi, The Fed biasanya menaikkan suku bunga untuk mengurangi permintaan dan tekanan harga. Sebaliknya, ketika ekonomi terlalu lemah dan inflasi terkendali, suku bunga dapat diturunkan untuk mendorong aktivitas ekonomi. Dalam keputusan terakhir, The Fed menilai aktivitas ekonomi AS masih cukup solid sementara inflasi tetap tinggi, ujar Josua.
Kenapa suku bunga The Fed menjadi perhatian global?
Josua menjelaskan, perubahan suku bunga itu memengaruhi imbal hasil surat utang pemerintah AS, nilai dolar, biaya pendanaan dalam dolar, serta keputusan investor dalam menempatkan dana di seluruh dunia.
/2016/02/16/1574919051.jpg)
/2026/05/13/1892870829.jpg)
/2024/05/10/379349487.jpg)
/2026/01/26/2085460113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350693/original/023361800_1789627548-email-attachment_2026_09_17_ariefhakim-at-klyid_menteri-trenggono-tak-ingin-pelabuhan-perikanan-bau-mulai-pugar-ppn-kejawanan_1000445006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349550/original/040991000_1789533261-ChatGPT_Image_Sep_16__2026__11_33_03_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366177/original/014783900_1759219460-PHOTO-2025-09-30-14-39-35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349194/original/028145900_1789477848-1000442806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342374/original/085919400_1788767568-online-marketing-hIgeoQjS_iE-unsplash.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943099/original/079227300_1726137608-20240912-Harga_Emas-ANg_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5446117/original/028221500_1765873306-1000023609.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350134/original/096241300_1789564524-email-attachment_2026_09_16_ariefhakim-at-klyid_menkeu-suahasil-buka-suara-soal-perombakan-pegawai-pajak-bea-cukai-dibatalkan_1000444147.jpg)