Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, memulai pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Cirebon, Jawa Barat. Pengembangan dilakukan untuk meningkatkan kelas pelabuhan perikanan di Tanah Air.
Trenggono mengatakan, PPN Kejawanan ditargetkan menjadi pelabuhan modern yang terintegrasi. Lokasi ini juga akan dipugar hingga bertaraf internasional.
BACA JUGA:Tembus Rp 10 Triliun, Ini Rincian Biaya Kampung Nelayan Merah Putih
BACA JUGA:Kawal Hak ABK Perikanan, Kementerian Kelautan Perdana Pakai Panduan Digital
BACA JUGA:Gempa NTT, Kementerian Kelautan Validasi Data Nelayan hingga Kerusakan Kapal
BACA JUGA:Libas China dan Vietnam, Rumput Laut RI Bebas Tarif AS
Mimpinya adalah sebuah pelabuhan perikanan yang modern, yang bagus, yang bersih, tidak berbau, betul-betul terkombinasi dengan sektor wisata, tematik sesuai dengan karakter-karakter di daerah, kata Trenggono dalam Groundbreaking Pengembangan PPN Kejawanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/9/2026).
Pengembangan pelabuhan modern ini didanai dari pinjaman Islamic Development Bank (IsDB) senilai Rp 459 miliar. Adapun proses pembangunannya akan memakan waktu dua tahun dan ditargetkan rampung pada pertengahan 2028 mendatang.
PT Nindya Karya (Persero) dan PT Sumber Teknik Konstruksi ditunjuk menjadi kontraktor pelaksana pembangunannya. Setelah selesai dan beroperasi penuh, skala ekonomi di PPN Kejawanan dibidik meningkat.
Daya tampung kapal PPN Kejawanan diproyeksikan meningkat dari 241 unit menjadi 500 unit. Produksi ikan juga diproyeksikan naik dari 5.600 ton per tahun menjadi 32.000 ton per tahun.
/2018/03/12/592175813.jpg)
/2020/12/11/189109411.jpg)
/2026/05/26/298353930.jpg)
/2019/03/20/1239835099.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310803/original/066467200_1785370280-AP26210732326152.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349550/original/040991000_1789533261-ChatGPT_Image_Sep_16__2026__11_33_03_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366177/original/014783900_1759219460-PHOTO-2025-09-30-14-39-35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349194/original/028145900_1789477848-1000442806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342374/original/085919400_1788767568-online-marketing-hIgeoQjS_iE-unsplash.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943099/original/079227300_1726137608-20240912-Harga_Emas-ANg_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5446117/original/028221500_1765873306-1000023609.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350134/original/096241300_1789564524-email-attachment_2026_09_16_ariefhakim-at-klyid_menkeu-suahasil-buka-suara-soal-perombakan-pegawai-pajak-bea-cukai-dibatalkan_1000444147.jpg)