• Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Peta Situs
Kamis, April 23, 2026
  • Login
Berita Keuangan Indonesia
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Mudik Lebaran 2026, Autopedia Sukses (ASLC) Bidik Peluang di Pasar Mobil Bekas

    Mudik Lebaran 2026, Autopedia Sukses (ASLC) Bidik Peluang di Pasar Mobil Bekas

    RKAB Dipangkas, FINI: Pasokan Nikel Tak Akan Mencukupi Kebutuhan Industri Hilirisasi

    RKAB Dipangkas, FINI: Pasokan Nikel Tak Akan Mencukupi Kebutuhan Industri Hilirisasi

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • KEUANGAN PRIBADI
    • INVESTASI SAHAM
  • ANALISIS KEUANGAN
    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Mengamati Catcrs: Dasar Kepatuhan, Mekanisme Transparansi Aset, dan Pembangunan Infrastruktur Trading

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Apa Itu EORMC? Artikel Ini Menjelaskan Model Bisnis, Matriks Produk, dan Posisi Pasarnya

    Mudik Lebaran 2026, Autopedia Sukses (ASLC) Bidik Peluang di Pasar Mobil Bekas

    Mudik Lebaran 2026, Autopedia Sukses (ASLC) Bidik Peluang di Pasar Mobil Bekas

    RKAB Dipangkas, FINI: Pasokan Nikel Tak Akan Mencukupi Kebutuhan Industri Hilirisasi

    RKAB Dipangkas, FINI: Pasokan Nikel Tak Akan Mencukupi Kebutuhan Industri Hilirisasi

No Result
View All Result
Berita Keuangan Indonesia
No Result
View All Result

HOME » INVESTASI » Inilah Saham Blue Chip yang Bisa Beri Cuan, Saat IDX Value30 Tren Naik

Inilah Saham Blue Chip yang Bisa Beri Cuan, Saat IDX Value30 Tren Naik

Indonesia Financial News by Indonesia Financial News
2024-10-10
0

Inilah Saham Blue Chip yang Bisa Beri Cuan, Saat IDX Value30 Tren Naik

wmhg.org – JAKARTA. Sejumlah saham blue chip perlu investor cermati mulai perdagangan hari ini. Saham blue chip ini memiliki prospek cuan menarik di tengah tren kenaikan IDX Value 30.

IDX Value30 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki valuasi harga yang rendah dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik.  Saham di DIX Value 30 memiliki karakteristik blue chip.

Saham blue chip adalah saham lapis satu yang telah berpengalaman di bursa. Saham blue chip sering menjadi pilihan investor karena minim risiko gorengan saham spekulan.

Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (9/10), pergerakan saham pada IDX Value30 telah meningkat 12,68% secara year to date (ytd),

Emiten penghuni IDX Value 30 yang memberi return tertinggi sepanjang tahun ini ialah PT Panin Financial Tbk (PNLF) sebesar 65,91% ytd, diikuti PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) sebesar 60,50% ytd, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) 33,19% ytd, PTBA 25% ytd dan PT Elnusa Tbk (ELSA) 24,23% ytd.

Customer Literation and Education PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Vinko Satrio Pekerti menerangkan kenaikan IDX Value30 disebabkan oleh sejumlah faktor.

Faktor pertama, naiknya minat para investor terhadap saham-saham yang dinilai undervalued dan menggunakan informasi konstituen indeks tersebut sebagai pemilihan sahamnya.

Faktor kedua berasal dari para emiten 4 big banks tidak masuk dalam daftar 10 besar konstituen indeks IDX Value30. Emiten perbankan seperti BBCA, BBRI, dan BMRI pada umumnya memiliki bobot tinggi di dalam mayoritas indeks-indeks saham di Indonesia, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) itu sendiri.

Namun top 10 konstituen dari IDX Value30 sendiri tidak memasukkan emiten perbankan yang menjadi beban pelemahan indeks-indeks saham lainnya sepanjang kuartal II-2024. 

IDX Value30 justru didominasi oleh emiten di sektor manufaktur dan energi, kata Vinko kepada Kontan, Rabu (9/10).

Vinko melihat potensi pertumbuhan IDX Value30 hingga akhir tahun masih terbuka, terutama dengan adanya faktor pendorong seperti momentum window dressing di akhir tahun. 

Potensi peningkatan arus dana asing yang melihat valuasi pasar saham di Indonesia masih murah juga dapat dipandang sebagai peluang yang baik. 

Tentunya para pelaku pasar juga berharap agar kebijakan suku bunga yang kondusif dari Bank Indonesia untuk menjaga tingkat inflasi yang sehat bisa membantu menjaga sentimen positif di pasar saham Indonesia, ujarnya.

Vinko menerangkan, berdasarkan keterbukaan informasi index fact sheet IDX Value30 yang terbaru, tercatat bahwa ASII, ADRO, dan UNTR memiliki bobot indeks yang cukup besar hingga mencapai dua digit, yaitu masing-masing 15,81%, 13,73% dan 11,52%. 

Adapun INDF juga memiliki porsi pembobotan yang cukup signifikan, sekitar 9,01% dan 36 emiten lainnya memiliki bobot yang tersebar di rentang antara 2%-4%.

Namun di antara keempatnya, kami melihat ADRO yang kinerjanya paling berjasa menopang indeks ini dengan catatan kenaikan sekitar +53% secara ytd. Sedangkan ASII yang memiliki pembobotan terbesar di indeks IDX Value30 justru mencatatkan kinerja negatif sekitar -10% secara ytd, terangnya.

Vinko memandang fenomena pesatnya kinerja saham ADRO dapat disebabkan dua faktor. Pertama, kenaikan harga komoditas batu bara sebagai dampak lanjutan dari memanasnya konflik di Timur Tengah dan proyeksi pertumbuhan industri di China yang bagus. 

Kedua, adanya rencana spin-off PT Adaro Andalan Indonesia (AAI) secara efektif dapat dipandang menjadi langkah krusial grup Adaro untuk melepaskan bisnis tambang batu bara dan beralih ke bisnis energi bersih dan terbarukan secara penuh.

Menurutnya, IDX Value30 biasanya dicermati oleh para investor jangka panjang yang fokus pada saham dengan valuasi yang menarik. Banyak pelaku pasar menganggap indeks ini sebagai acuan untuk memilih saham-saham dengan potensi upside yang lebih besar, namun dengan risiko yang relatif terukur. 

Investor institusional juga dapat memanfaatkan IDX Value30 sebagai bagian dari strategi alokasi aset mereka, terutama di diversifikasi sektor-sektor yang defensif seperti sektor industri non siklikal dan konsumsi.

Founder Stocknow.id Hendra Wardana menerangkan kenaikan performa IDX Value30 dipicu oleh kinerja solid emiten-emiten yang tergabung dalam indeks ini, khususnya di sektor ekspor dan infrastruktur. 

Sentimen pasar yang positif didorong oleh pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan aliran modal asing juga berkontribusi terhadap lonjakan ini.

Prospek pertumbuhan hingga akhir tahun masih optimis, didukung oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi yang baik, stabilitas politik dan kebijakan yang mendukung, serta potensi pengembangan di sektor teknologi dan energi terbarukan, ujar Hendra kepada Kontan, Rabu (9/10).

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menjelaskan IDX Value30 memiliki valuasi yang menarik dan tingkat likuditas yang bagus. Jadi wajar apabila performa indeks ini bisa meningkat dua digit dibandingkan indeks lainnya.

Indeks ini yang paling dijagokan untuk para investor berinvestasi, jelas Nafan kepada Kontan, Rabu (9/10).

Performa indeks ini juga didorong oleh sentimen kebijakan pelonggaran moneter dari sejumlah Bank Sentral, yang pada akhirnya meningkatkan likuditas di pasar modal khususnya IDX Value30.

Diperkirakan tetap tumbuh positif hingga akhir tahun karena adanya pemangkasan suku bunga acuan yang berlanjut. The Fed misalnya akan terus menerapkan kebijakan pelonggaran moneter pada November dan Desember 2024, tuturnya.

Ditambah lagi investor suka dengan emiten yang tergabung IDX Value30 karena memiliki kinerja fundamental solid, baik dari sisi top line dan bottom line serta rajin membagikan dividen. 

Jadi wajar saja mendapatkan apresiasi positif dari investor, tutupnya.

Hendra merekomendasikan untuk buy saham PGAS dengan target harga Rp 1.570 per saham. Kemudian, ia merekomendasikan untuk mencermati saham TKIM dan PTBA dengan target harga masing-masing Rp 8.000 dan Rp 3.200 per saham.

Sementara itu, Vinko merekomendasikan untuk mencermati saham IDX Value30, antara lain:

1. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) 

Rekomendasi: Wait and see
Area buy: Rp 6.675-Rp 6.825
Target harga: Rp 7.025-Rp 7.100
 

2. PT United Tractors Tbk (UNTR)

Rekomendasi: Buy
Area buy: Rp 26.400-Rp 26.500
Target harga: Rp 27.500
 

3. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)

Rekomendasi: Buy on weakness
Area buy: Rp 3.650-Rp 3.750
Target harga: Rp 3.900
 
Nafan merekomendasikan untuk accumulative buy saham PGAS dengan target harga Rp 1.550.

Baca Juga: Hakim Tuntut Tunjangan Naik 142%, Ini Rincian Gaji & Tunjangan Hakim 2024

Indonesia Financial News

Indonesia Financial News

Next Post
Kegagalan Militer Zionis: Hizbullah Berhasil Halau Operasi Darat di Lebanon

Kegagalan Militer Zionis: Hizbullah Berhasil Halau Operasi Darat di Lebanon

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • POPULER
  • TOPIK POPULER
  • TERBARU
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 21 April 2026 di Antam, Pegadaian, hingga Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 21 April 2026 di Antam, Pegadaian, hingga Hartadinata

2026-04-23
Zulhas: Indonesia Siap Umumkan Swasembada Beras dan Jagung Akhir 2025

Zulhas: Indonesia Siap Umumkan Swasembada Beras dan Jagung Akhir 2025

2025-12-09
Purbaya Terima Permintaan Maaf Bank Dunia Imbas Salah Hitung

Purbaya Terima Permintaan Maaf Bank Dunia Imbas Salah Hitung

2026-04-22
Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 22 April 2026 di Raja Emas hingga Laku Emas

Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 22 April 2026 di Raja Emas hingga Laku Emas

2026-04-23
Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Energi Mega Persada Bayar Utang dengan Konversi Saham

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Pasokan Meningkat Tingkat Okupansi Perkantoran Turun 2017

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Kenaikan Harga Minyak Mulai Bayangi Investor, IHSG Terkoreksi

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

Harga Minyak Membumbung, Saham Migas Diburu Investor

BNI Kembalikan Dana Gereja Aek Nabara Rp 28,25 Miliar

BNI Kembalikan Dana Gereja Aek Nabara Rp 28,25 Miliar

2026-04-23
Bank Indonesia: Insentif KLM Tembus Rp 427,9 Triliun

Bank Indonesia: Insentif KLM Tembus Rp 427,9 Triliun

2026-04-23
Bos BI: Kredit Tumbuh, tapi Masih Banyak Dana Nganggur

Bos BI: Kredit Tumbuh, tapi Masih Banyak Dana Nganggur

2026-04-23
Instrumen SRBI Tembus Rp 885,41 Triliun, BI Optimis Rupiah Tetap Stabil

Instrumen SRBI Tembus Rp 885,41 Triliun, BI Optimis Rupiah Tetap Stabil

2026-04-23

TERPOPULER

  • EKONOMI
  • CRYPTO
Harga Emas 24 Karat Hari Ini 21 April 2026 di Antam, Pegadaian, hingga Hartadinata

Harga Emas 24 Karat Hari Ini 21 April 2026 di Antam, Pegadaian, hingga Hartadinata

2026-04-23
0
KRL Commuter Line Sempat Tertahan di Lintas Stasiun Kebayoran-Sudimara, Ini Penyebabnya

KRL Commuter Line Sempat Tertahan di Lintas Stasiun Kebayoran-Sudimara, Ini Penyebabnya

2026-04-23
0
Purbaya Tegaskan Indonesia Tak Bayar Iuran Board of Peace

Purbaya Tegaskan Indonesia Tak Bayar Iuran Board of Peace

2026-04-23
0
Rupiah Kembali Menguat terhadap Dolar AS Hari Ini 21 April 2026, Sentuh Level Segini

Rupiah Kembali Menguat terhadap Dolar AS Hari Ini 21 April 2026, Sentuh Level Segini

2026-04-23
0
KRL Commuter Lintas Rangkasbitung Mulai Normal Usai Mati Listrik

KRL Commuter Lintas Rangkasbitung Mulai Normal Usai Mati Listrik

2026-04-23
0
Load More
Berita Keuangan Indonesia

Kita menggunakan cookies untuk membuat website ini lebih baik. Info Selengkapnya!

WMHG INDONESIA

Lkuti Kami

Jelajahi berdasarkan Kategori

  • ANALISIS KEUANGAN
  • BISNIS
  • BLOCKCHAIN
  • CRYPTO
  • EKONOMI
  • INTERNASIONAL
  • INVESTASI
  • INVESTASI SAHAM
  • KEUANGAN
  • KEUANGAN PRIBADI
  • NASIONAL
  • News

Berita Terbaru

BNI Kembalikan Dana Gereja Aek Nabara Rp 28,25 Miliar

BNI Kembalikan Dana Gereja Aek Nabara Rp 28,25 Miliar

2026-04-23
Bank Indonesia: Insentif KLM Tembus Rp 427,9 Triliun

Bank Indonesia: Insentif KLM Tembus Rp 427,9 Triliun

2026-04-23

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
  • EKONOMI
    • BISNIS
    • KEUANGAN
  • CRYPTO
    • BLOCKCHAIN
  • INVESTASI
    • INVESTASI SAHAM
    • KEUANGAN PRIBADI
  • ANALISIS KEUANGAN

Copyright - @ 2024 wmhg.org All right Reserved. Keuangan News.