Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melanjutkan penguatan pada Selasa, (21/4/2026). Penguatan rupiah terhadap kurs dolar AS didukung ketangguhan ekonomi Indonesia di tengah sentimen geopolitik.
Mengutip Antara, Selasa pekan ini, rupiah menguat 25 poina tau 0,15% menjadi 17.143 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di 17.168 per dolar AS.
BACA JUGA:Mantan Menko Ekonomi Ingatkan Risiko Tahan Harga BBM
BACA JUGA:Rupiah Tersungkur terhadap Dolar AS Hari Ini 22 April 2026
BACA JUGA:Instrumen SRBI Tembus Rp 885,41 Triliun, BI Optimis Rupiah Tetap Stabil
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada juga bergerak menguat ke level 17.142 per dolar AS dari sebelumnya 17.176 per dolar AS
Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menuturkan, penguatan rupiah dipengaruhi ketangguhan ekonomi Indonesia di tengah tekanan situasi geopolitik.
Pemerintah berupaya meningkatkan investasi dengan memastikan ekonomi nasional tumbuh sesuai target dan menyelaraskan kebijakan fiskal dengan realisasinya demi menciptakan perbaikan kondisi ekonomi secara berkelanjutan, tutur dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Saat ini, Indonesia disebut tengah menggeser fokus pembangunan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan yang lebih produktif, bernilai tambah, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Transformasi ini didorong melalui tiga pilar utama, yaitu investasi, industrialisasi, dan produktivitas.
Ibrahim menuturkan, kinerja ekonomi Indonesia relatif kuat dibandingkan negara G20 dan negara berkembang lainnya, ditopang oleh pertumbuhan yang solid, inflasi rendah, serta defisit dan rasio utang yang terjaga.
Ketahanan ini berasal dari peran anggaran pendapatan belanja negara (APBN) sebagai shock absorber dalam melindungi daya beli masyarakat, dengan tetap menjaga disiplin fiskal di bawah batas defisit 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Indonesia akan mengoptimalkan sinergi kebijakan fiskal, moneter, serta memanfaatkan peran Danantara dalam mobilisasi investasi di luar APBN, kata dia.


/2025/10/06/1838782639.jpg)
/2025/10/22/1390853416.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1171884/original/027743900_1458037827-20160315-Hari-ini-BBM-turun-Rp-200-Angga-2.jpg)
/2025/03/10/810046101.jpg)
/2025/04/21/1136190158.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4097283/original/028251000_1658473724-Pajak-Mobil-Motor-Faizal-5.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5563080/original/090654600_1776846991-1000296431.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3354469/original/046829100_1611133736-20210120-PERTUMBUHAN-UANG-BEREDAR-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4924083/original/020178500_1724226549-Screenshot_20240821_140319_Samsung_Notes.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4448954/original/060147200_1685534946-20230531-Jadwal-KRL-Commuterline-Tallo-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562097/original/092106500_1776779128-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4412749/original/008778900_1683024969-20230502-Polemik-Impor-KRL-Bekas-Tallo-2.jpg)