Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan meminta kejadian 500 santri diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo, Jawa Timur diusut tuntas. Dia juga tak segan menyerahkan ke aparat penegak hukum jika ditemukan pelanggaran serius.
Perintah itu telah disampaikan Zulkifli ke Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. Menurut dia, perlu ada tanggung jawab dari Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait. Lantaran, terindikasi ketidakpatuhan terhadap standar kedisiplinan dalam penyelenggaraan dan penyajian MBG di SPPG tersebut.
BACA JUGA:Zulkifli Hasan Ungkap Alasan Tak Bergantung Impor Pangan
BACA JUGA:Zulkifli Hasan Luncurkan Buku Pangan Indonesia, Ditulis Sendiri Bareng Dirgayuza
BACA JUGA:Top 3: Zulhas Ungkap Biaya Produksi Beras RI Lebih Mahal Dibanding China dan Vietnam
Saya minta diperiksa sampai tuntas. Kalau terbukti kepala SPPG tidak bertanggung jawab, tindak tegas. Tidak ada toleransi. Memberi makan anak-anak kita adalah tanggung jawab yang sangat besar karena menyangkut kesehatan, keselamatan dan masa depan manusia,” tegas Zulkifli Hasan dalam keterangan resmi, Kamis (3/9/2026).
Dia pun meminta pemberian sanksi tak berhenti pada konteks administratif. Tapi, perlu diusut hingga dugaan pelanggaran hukum. Zulkifli menegaskan hal tersebut perlu dilakukan untuk menghadirkan efek jera.
Kalau memang ditemukan pelanggaran hukum, jangan ragu diproses sesuai ketentuan, termasuk diteruskan kepada aparat penegak hukum. Harus ada efek jera, ucap dia.
Pemerintah memastikan insiden Sidoarjo menjadi bahan evaluasi serius untuk semakin memperketat pengawasan dan disiplin operasional SPPG di seluruh Indonesia. Langkah tersebut merupakan kelanjutan dari pembenahan tata kelola MBG yang telah dilakukan secara nasional.
Seluruh Kepala SPPG dan pengelola dapur MBG harus memahami bahwa tanggung jawab mereka bukan sekadar menyiapkan dan membagikan makanan, tetapi memastikan makanan yang diterima anak-anak aman dan layak dikonsumsi,” tegas Zulkifli Hasan.

/2025/01/15/906131328.jpg)
/2025/03/02/139327218.jpg)
/2018/12/03/202297995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983551/original/040526200_1730124925-WhatsApp_Image_2024-10-28_at_16.06.25.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340864/original/074045900_1788525635-email-attachment_2026_09_04_ariefhakim-at-klyid_pertamina-pernah-terbangkan-pelita-air-pakai-bahan-bakar-minyak-jelantah_1000430548.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341611/original/092146000_1757317923-alicja-ziajowska-OA0g9-lZSug-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341019/original/068621500_1788570883-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_08.13.55.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341381/original/018807200_1788609095-Kahitna_40_tahun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340879/original/079039800_1788527801-email-attachment_2026_09_04_ardiansyah-putra_literasi-penjaminan-simpanan-di-lampung-cuma-588-persen-lps-ungkap-penyebabnya_1001629741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3188320/original/078196100_1595493634-20200723-Usai-Cetak-Rekor_-Harga-Emas-Antam-Kembali-Turun-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377702/original/099462300_1760150557-Gemini_Generated_Image_zesvxuzesvxuzesv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2704251/original/000193900_1547530828-bendera_AS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4822445/original/055067300_1714908469-fotor-ai-20240505174622.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)