Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait tengah mengkaji sejumlah terobosan di sektor perumahan, termasuk wacana pembangunan rumah di atas sungai.
Maruarar atau yang akrab disapa Ara menegaskan kajian tersebut tidak hanya melihat aspek penyediaan rumah, tetapi juga mempertimbangkan aturan serta dampaknya terhadap lingkungan.
BACA JUGA:Kajian Rumah di Atas Sungai Ditargetkan Rampung Desember
BACA JUGA:Kaji Rumah di Atas Sungai, Pemerintah Bisa Belajar dari China dan Singapura
BACA JUGA:Tanpa Lahan, Menteri PKP Wacanakan Rumah di Atas Sungai
Pasti, semua aspek, aturan, semua aspek, ujar Maruarar dikutip dari Antara, Rabu (2/9/2026).
Menurut Ara, pemerintah saat ini menampung berbagai usulan mengenai pola hunian yang dapat dikembangkan di tengah keterbatasan lahan dan kebutuhan rumah masyarakat.
Beberapa konsep yang masuk dalam kajian antara lain transit oriented development (TOD), hunian di atas pasar, kawasan padat, hingga kemungkinan hunian di atas sungai.
Ada usul-usul yang saya tampung. Bagaimana nanti transit oriented development (TOD), bagaimana kemungkinannya hunian di atas pasar, kemudian bagaimana tentu tidak melanggar aturan, tidak boleh (melanggar) lingkungan, bagaimana soal (hunian di atas) sungai, itu kajiannya 3 bulan semuanya, katanya.
Ara menegaskan seluruh gagasan tersebut masih berada dalam tahap kajian. Pemerintah akan menentukan konsep mana yang dapat diterapkan dan mana yang akan dihentikan setelah kajian selesai.

/2025/12/02/1804168916.jpg)
/2023/09/27/2012639878.jpg)
/2024/01/03/663488771.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328650/original/075500600_1787203805-Menteri_Ketenagakerjaan__Menaker__Yassierli.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3484415/original/045108700_1623842085-20210616-NERACA-DAGANG-RI-SURPLUS-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338026/original/049980200_1788273977-1000427123.jpg)





:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271750/original/055065600_1603102549-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4837497/original/097905500_1716195905-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4156440/original/071550200_1663062669-Emas4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302026/original/078434200_1753969683-Gemini_Generated_Image_wwcdvlwwcdvlwwcd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028257/original/063990300_1732871477-fotor-ai-20241129161040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)