Jakarta – Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) turun di bawah USD 100 per barel pada Rabu, 20 Mei 2026. Koreksi harga minyak dunia terjadi setelah Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berada di tahap akhir.
Mengutip CNBC, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun lebih dari 5% dan ditutup pada USD 98,26 per barel. Harga minyak patokan internasional Brent berjangka juga turun lebih dari 5% dan ditutup pada USD 105,02 per barel.
BACA JUGA:Presiden Kuba Peringatkan Serangan AS Akan Memicu Pertumpahan Darah
BACA JUGA:Rusia dan China Teken Lebih dari 40 Dokumen Kerja Sama
BACA JUGA:Donald Trump Ungkap Ribuan Transaksi Saham, Terbaru Ada Nvidia
BACA JUGA:Kontras dengan Trump, Kunjungan Putin ke China Hasilkan 20 Dokumen Kerja Sama
Trump mengatakan, awal pekan ini membatalkan serangan militer baru terhadap Iran untuk memberi lebih banyak waktu bagi diplomasi atas permintaan sekutu Arab Teluk. Ia mengatakan, kepada wartawan pada Rabu kalau pemerintah berada di tahap akhir negosiasi dengan Iran, menurut laporan dari wartawan yang hadir.
Trump telah berulang kali membuat pernyataan optimistis tentang mencapai kesepakatan dengan Iran dan mengakhiri perang dengan cepat, hanya untuk kemudian ketegangan kembali meningkat antara Washington dan Teheran.
Iran dan AS telah berada dalam kebuntuan selama beberapa minggu sekarang karena Teheran memblokade Selat Hormuz dan Washington memblokade pelabuhan Iran. Hormuz adalah salah satu jalur perdagangan terpenting di dunia untuk pasokan minyak dan gas.
Citibank memperingatkan pada Selasa pasar meremehkan risiko gangguan pasokan minyak yang berkepanjangan di Hormuz. Mereka memperkirakan harga Brent akan mencapai USD 120 per barel dalam waktu dekat.
“Menurut pandangan kami, semakin besar kemungkinan rezim Iran akan mengganggu aliran minyak di Selat Hormuz untuk beberapa waktu,” kata analis Citi kepada klien mereka.
Harga minyak bisa mendekati USD 200 per barel dalam skenario terburuk di mana Hormuz tetap tertutup hingga akhir tahun, menurut analisis yang diterbitkan oleh Wood Mackenzie pada Rabu.
Namun, harga akan turun tajam jika AS dan Iran mencapai kesepakatan damai cepat yang membuka Hormuz pada Juni, menurut Wood Mackenzie. Harga spot Brent akan turun menjadi sekitar USD 80 per barel pada akhir tahun 2026 dalam skenario ini.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/6377629/original/006536800_1779252749-Rapat_DPR.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4164856/original/091915700_1663664765-petanikapas5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1559582/original/044764500_1491540844-20170406-Bertemu-di-Florida_-Donald-Trump-dan-Xi-Jinping-Saling-Lempar-Senyum-AP-9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562960/original/079664900_1776843665-IMG-20260422-WA0002.jpg)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/6386298/original/053735200_1779261639-IMG-20260520-WA0046.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6391932/original/094175500_1779267326-Menteri_Koordinator___Menko__Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-20_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5573310/original/062516500_1777888921-IMG_4199.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5039650/original/033854200_1733557481-WhatsApp_Image_2024-12-07_at_14.36.10.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6387769/original/017666000_1779263021-IMG_4419.jpeg)