Jakarta – Peningkatan produktivitas petani kelapa sawit menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat industri hulu sawit Indonesia. Ini di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional dan dorongan pemerintah terhadap implementasi biodiesel B50.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menegaskan bahwa sawit merupakan kekuatan ekonomi bangsa yang perlu dikelola secara berkelanjutan.
BACA JUGA:Benih Kelapa Sawit Asal Tanzania Ditanam di Sumatera Utara, Ini Tujuannya
BACA JUGA:Hilirisasi Tahap II Dimulai, Indonesia Bakal Punya Industri Sawit Terintegrasi di Sei Mangkei
“Indonesia tidak boleh mundur. Sawit adalah kekuatan ekonomi bangsa. Karena itu, tata kelolanya harus kuat dan berkelanjutan, serta didorong ke arah hilirisasi agar manfaat ekonominya semakin luas bagi masyarakat,” ujar dia.
Menjawab tantangan tersebut, petani kini bisa memanfaatkan layanan Hotline Petani Berkualitas dan Sejahtera (PERKASA) dari TAP Untuk Negeri, layanan konsultasi dan pendampingan bagi petani kelapa sawit untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas kebun mereka secara berkelanjutan.
Melalui Hotline PERKASA, petani dapat memperoleh akses lebih mudah terhadap informasi budidaya, pengendalian hama, pemupukan, praktik panen yang tepat, hingga konsultasi best practice agronomi.
Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen memperkuat akses edukasi dan pendampingan bagi petani di berbagai wilayah Indonesia, karena petani sawit sebagai aktor penting dalam rantai pasok industri sawit nasional.
Program dengan keyakinan bahwa petani sawit dapat meningkatkan produktivitasnya apabila memperoleh kemudahan dalam pengetahuan sehingga petani sawit adalah profesi strategis yang menjadi penopang kebutuhan masa kini dan masa depan.
Ketika produktivitas petani meningkat, kesejahteraan keluarga petani turut bertumbuh, sekaligus mendukung ketahanan energi dan ekonomi nasional.



/2024/03/03/1059739962.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571402/original/047660600_1777619044-9292.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3484415/original/045108700_1623842085-20210616-NERACA-DAGANG-RI-SURPLUS-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5576003/original/009479800_1778049364-Menperin_Agus_Gumiwang_Kartasasmita-6_Mei_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494209/original/030018800_1770281046-Menkeu_Purbaya_sidak_di_pabrik_baja_Tangerang-5_Februari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282581/original/072799000_1672910732-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_1.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472768/original/072793100_1768375316-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4805340/original/093907000_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375572/original/090361500_1538739773-20181005-Emas-Antam-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5634507/original/052586600_1778234883-Menteri_Koordinator__Menko__Bidang_Pembangunan_Masyarakat__Muhaimin_Iskandar-8_Mei_2026c.jpg)