Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) betah melemah hingga penutupan perdagangan Rabu, (22/4/2026). Rupiah masih lesu terhadap dolar AS itu karena ketidakpastian gencatan senjata antara AS dan Iran.
Mengutip Antara, Rabu (22/4/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 38 poin atau 0,22% menjadi 17.181 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di 17.143 per dolar AS.
BACA JUGA:Mantan Menko Ekonomi Ingatkan Risiko Tahan Harga BBM
BACA JUGA:Instrumen SRBI Tembus Rp 885,41 Triliun, BI Optimis Rupiah Tetap Stabil
BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp 17.000 per Dolar AS, Bos BI Pede Bakal Menguat Lagi
BACA JUGA:Bank Indonesia Tahan BI Rate di April 2026, Ini Alasannya
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia bergerak loyo ke level 17.179 per dolar AS dari sebelumnya 17.142 per dolar AS.
Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, untuk memungkinkan pembicaraan berlanjut guna mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang ekonomi global,” ujar dia dikutip dari Antara.
Langkah yang diambil Trump dinilai tampak sepihak, dan belum jelas apakah Iran atau Zionis Israel akan setuju untuk memperpanjang gencatan senjata selama dua pekan sebagaimana disepakati sebelumnya.
Di sisi lain, Trump mengatakan Angkatan Laut AS akan mempertahankan blokade pelabuhan dan pantai Iran, yang oleh para pemimpin Iran disebut sebagai tindakan perang.
“Tidak ada komentar langsung dari para pemimpin senior Iran mengenai perpanjangan gencatan senjata Trump. Kantor Berita Tasnim mengatakan Iran tidak meminta perpanjangan tersebut dan mengulangi posisinya untuk mematahkan blokade AS dengan kekerasan,” ujar Ibrahim.


/2025/10/06/1838782639.jpg)
/2025/10/22/1390853416.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5552788/original/089138000_1775829129-Kereta_Cepat_Whoosh-10_April_2026c.jpg)
/2025/03/10/810046101.jpg)
/2025/04/21/1136190158.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5204223/original/097954100_1745994907-IMG-20250430-WA0006.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5563080/original/090654600_1776846991-1000296431.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3354469/original/046829100_1611133736-20210120-PERTUMBUHAN-UANG-BEREDAR-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4924083/original/020178500_1724226549-Screenshot_20240821_140319_Samsung_Notes.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4448954/original/060147200_1685534946-20230531-Jadwal-KRL-Commuterline-Tallo-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562097/original/092106500_1776779128-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4412749/original/008778900_1683024969-20230502-Polemik-Impor-KRL-Bekas-Tallo-2.jpg)