Jakarta – Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Mingguan pada Selasa, (9/6/2026). BI menaikkan suku bunga acuan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah yang tengah menghadapi tekanan akibat meningkatnya gejolak global, terutama dampak konflik di Timur Tengah.
Selain menaikkan BI Rate menjadi 5,50%, BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50% dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.
BACA JUGA:BI Rate Naik, Pengusaha Tahan Ekspansi Bisnis
BACA JUGA:BI Rate Naik, OJK Cermati Dampak ke Perbankan
BACA JUGA:OJK Paparkan Penyebab IHSG Melonjak 7,5%
Lalu bagaimana pergerakan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah?
Mengutip data Google Finance, berdasarkan pantauan pukul 14.54 WIB, dolar AS lesu terhadap rupiah. Dolar AS berada di posisi 18.057, atau turun 0,72%. Saat dipantau pukul 14.57 WIB, dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.058.
Berdasarkan data di Bloomberg, dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.058. Di data RTI, dolar AS terhadap rupiah di 18.052.
Dalam riset Syailendra menyebutkan, kenaikan suku bunga Bank Indonesia bersifat mendadak dan di luar jadwal RDG BI yang diagendakan pada 17-18 Juni 2027. Pada pertemuan RDG tersebut, Syailendra prediksi ada ruang untuk kenaikan lanjutan BI Rate.
Riset Syailendra menyebutkan, langkah BI menaikkan suku bunga acuan seiring pelemahan nilai tukar rupiah.
Semenjak kenaikan BI Rate 50 bps pada RDG Mei, rupiah terus melanjutkan pelemahan sebesar 2,8% terhadap dolar Amerika Serikat dari 17.700 menjadi 18.200. Kenaikan BI Rate lanjutan diharapkan dapat memperkuat rupiah sekaligus mengantisipasi lonjakan inflasi,” demikian seperti dikutip.
Selain itu, langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan untuk menarik aliran dana investor asing. Riset Syailendra menyebutkan, peningkatan imbal hasil diperlukan untuk mendorong masuknya aliran investasi asing. Pasca keputusan BI, rupiah sedikit menguat dari 18.200 ke 18.100, demikian seperti dikutip.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7007072/original/067377900_1779778735-1000329743.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8067924/original/082139500_1780912668-Foto3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579813/original/028606800_1778076450-1000310580.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7747364/original/060448600_1780555000-3.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2849790/original/043609100_1562754392-20190710-Rupiah-Stagnan-Terhadap-Dolar-AS3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3000972/original/026902200_1576748930-20191219-BI-Pertahankan-Suku-Bunga-Acuan-di-5-Persen-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2889634/original/024713600_1566465083-20190822-BI-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128632/original/6000_1739254916-DALL__E_2025-02-11_13.21.11_-_A_futuristic_and_dynamic_digital_illustration_of_a_Shiba_Inu_dog_as_a_cryptocurrency_meme_token._The_Shiba_Inu_has_a_confident_and_playful_expression_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816479/original/001937700_1714383474-fotor-ai-2024042913365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302027/original/031341800_1753970046-Gemini_Generated_Image_8k5rmv8k5rmv8k5r.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)