Jakarta – Forbes merilis daftar mata uang dengan nilai terlemah di dunia pada April 2026. Dalam daftar tersebut, rupiah Indonesia tercatat berada di posisi kelima, menandakan nilainya masih cukup rendah jika dibandingkan dengan dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip laman Forbes, Sabtu (25/4/2026), sebagai mata uang yang paling aktif diperdagangkan di dunia, dolar AS memang menjadi acuan utama dalam mengukur kekuatan mata uang lain. Meski begitu, predikat mata uang terkuat saat ini justru dipegang oleh dinar Kuwait. Di sisi lain, sejumlah mata uang memiliki nilai yang sangat kecil bahkan membutuhkan puluhan ribu hingga jutaan unit untuk setara dengan 1 dolar AS.
BACA JUGA:Meneropong Prospek Rupiah terhadap Dolar AS Senin 27 April 2026
BACA JUGA:Fondasi Ekonomi Indonesia Kuat, Menkeu Purbaya Sebut Rupiah Lebih Tangguh dari Negara Tetangga
BACA JUGA:Rupiah Tertekan terhadap Dolar AS, Biaya Bahan Baku Impor Naik
BACA JUGA:Purbaya: Rupiah Tertekan Faktor Global, Bukan karena Fundamental Ekonomi
BACA JUGA:Pengamat Ungkap Langkah Agresif BI Tahan Gejolak Rupiah
BACA JUGA:Sempat Sentuh Rp 17.300 per Dolar AS, Rupiah Berbalik Menguat
Daftar ini disusun berdasarkan nilai tukar terhadap dolar AS, dengan mengacu pada data per 7 April 2026. Fluktuasi nilai tukar sendiri menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi nilai investasi internasional.
Apa saja 10 mata uang terlemah? Berikut daftarnya:
1. Rial Iran (IRR)
Posisi pertama ditempati oleh rial Iran (IRR), yang menjadi mata uang dengan nilai terendah di dunia saat ini. Nilainya sangat kecil, di mana 1 dolar AS setara dengan lebih dari 1,3 juta rial. Iran terletak di Teluk Persia, di antara Irak dan Afghanistan.
Negara ini merupakan pengekspor minyak dan gas alam terkemuka di dunia, tetapi sanksi ekonomi telah memberikan tekanan pada mata uang negara tersebut. Nilai IRR telah anjlok tajam menyusul konflik baru-baru ini antara Iran, Israel, dan AS.
 2. Pound Lebanon (LBP)
Di urutan kedua ada pound Lebanon (LBP). Mata uang ini juga mengalami tekanan berat akibat krisis ekonomi berkepanjangan, inflasi tinggi, serta instabilitas politik dan perbankan di negara tersebut. Lebanon berbatasan dengan Laut Mediterania, serta Israel dan Suriah di Timur Tengah.
Negara ini memiliki ekonomi berbasis jasa dan juga mengekspor batu mulia, logam, produk kimia, serta makanan dan minuman. Pound Lebanon telah berada di bawah tekanan terhadap dolar AS selama beberapa tahun karena perekonomian yang lesu, inflasi dan pengangguran yang tinggi, krisis perbankan, dan gejolak politik.



/2015/01/07/659141067.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5493195/original/043069000_1770197217-Juru_Bicara_Kemenko_Perekonomian_Haryo_Limanseto-3.png)
/2026/02/24/829225423.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5557570/original/032632700_1776336196-IMG_3658.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4456475/original/038630400_1686114901-20230607-RUU-PPRT-Faizal-6.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975040/original/077790600_1648205648-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2890385/original/036007700_1566535931-20190823-Harga-Emas-Antam-Turun-Rp-4.000-per-Gram5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472767/original/057429900_1768375315-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566404/original/035169000_1777182033-d2fe927c-b215-455b-adfc-f67bb55823ee.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532293/original/061990200_1628161552-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5566018/original/076360000_1777105262-8344e6a4-511b-4fa2-a31c-1a719905b5a6.jpeg)