Jakarta – Nilai tukar rupiah masih tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis, (30/7/2026). Bahkan rupiah tembus 18.100 per dolar AS. Analis menilai, tekanan rupiah itu dipicu harga minyak dunia yang masih tinggi.
Mengutip Antara, kurs rupiah turun 38 poin atau 0,12% terhadap dolar AS menjadi 18.111 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 18.073 per dolar AS.
BACA JUGA:BI Rate Masih Tinggi, Bank Danamon Evaluasi Target Bisnis
BACA JUGA:Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 18.073 per Dolar AS
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia bergerak menguat di level 18.078 per dolar AS dari sebelumnya 18.087 per dolar AS
“Rupiah pada perdagangan hari ini melemah dipengaruhi oleh global berupa menguatnya indeks dolar AS dan harga minyak yang masih bertahan pada level yang tinggi,” ujar Analis Bank Woori Saudara Rully Nova, dikutip dari Antara, Kamis pekan ini.
Ia mengatakan, meski tren harga minyak turun, tapi masih jauh di atas asumsi harga di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga dikhawatirkan akan berakibat pada defisit fiskal dan perdagangan.
Sentimen lainnya berasal dari hasil pertemuan (Federal Open Market Committee) yang mengarah pada sikap Federal Reserve (The Fed) yang hawkish berdampak pada kenaikan yield obligasi pemerintah, seperti tenor 10 tahun naik 0,5 basis points (bps), lalu tenor 2, 3, dan 6 tahun masing-masing naik 1,2, 1,4, dan 2,6 bps.
Tenor 6 tahun naik paling besar, 14 bps, walaupun tidak terjadi capital outflow, ujar dia.



/2026/04/06/64963745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294688/original/098312700_1783851042-Screenshot_2026-07-12_170822.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1689478/original/047714100_1503553089-dpr6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4539940/original/075754200_1692167792-20230816-Jokowi-Sampaikan-Pidato-Sidang-Tahunan-Faizal-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4918526/original/006206100_1723675086-Pertamina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305961/original/021053100_1784813706-Foto_Ilustrasi_-_Gedung_IFG__Dok._IFG_.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382999/original/069219700_1760612391-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805343/original/080058200_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3271752/original/024896400_1603102550-20201019-Harga-Emas-Hari-Ini-Stabil-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3932277/original/005220300_1644714392-13_februari_2022-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306954/original/097594000_1784943789-ChatGPT_Image_Jul_16__2026__07_22_35_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4333284/original/025003700_1677053916-Pajak_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4965038/original/026893400_1728530562-000_329D4LB.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309010/original/038477600_1785214604-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__11_55_54_AM.jpg)