Jakarta – Nilai tukar rupiah masih loyo terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa, (5/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 30 poin atau 0,17% menjadi 17.424 per dolar AS dari penutupan sebelumnya 17.394. Pelemahan rupiah itu dinilai karena perebutan kendali atas Selat Hormuz antara AS dengan Iran.
Demikian disampaikan Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi dikutip dari Antara, Selasa (5/5/2026).
BACA JUGA:Kadin Ungkap Ancaman yang Mengintai di Balik Pertumbuhan Ekonomi 5,61%
BACA JUGA:Kurs Rupiah Ditutup Menguat di Tengah Tekanan Dolar AS
BACA JUGA:Rupiah Melemah, Risiko Keluarnya Modal Asing Mengintai Pasar Saham Indonesia
BACA JUGA:Rupiah Makin Melemah terhadap Dolar AS, Analis Ungkap Dampak ke Emiten
BACA JUGA:Bos BI Ungkap Beberapa Sinyal Rupiah Bakal Kembali Menguat
“Sentimen pasar tetap rapuh setelah pertukaran militer yang kembali terjadi pada Senin, 4 Mei 2026, ketika pasukan AS dan Iran melancarkan serangan baru di Teluk karena kedua pihak berupaya untuk menegaskan kendali atas jalur air strategis tersebut,” ujar Ibrahim.
Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia bergerak melemah ke level 17.425 per dolar AS dari sebelumnya 17.368 per dolar AS.
Mengutip Sputnik, pasukan bersenjata AS melepaskan tembakan terhadap dua kapal sipil yang sedang mengangkut barang dari Khasab, Oman, menuju Iran hingga menewaskan lima orang.
Pada Senin, 4 Mei 2026, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan Iran telah menembaki kapal perang AS dan kapal komersial, sehingga Amerika membalas tembakan dan menghancurkan kapal-kapal kecil milik Iran.
Namun, stasiun televisi milik pemerintah Iran, IRIB, mengutip sumber militer senior setempat yang menyebut pernyataan Amerika itu tidak benar. Iran dinyatakan hanya mencegah kapal-kapal AS melintas di jalur air itu dengan menembakkan dua rudal ke arah satu kapal perang AS.
“Kenaikan ketegangan tersebut secara efektif menghancurkan gencatan senjata yang rapuh dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan,” kata Ibrahim.



/2026/02/02/899006842.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3029351/original/070025000_1579686481-20200122-Penguatan-Rupiah-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380634/original/015561300_1760428049-AP25286362411092.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568974/original/068598400_1777422490-1000034042.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522140/original/044449300_1772718909-7eef455c-f3b2-4a8b-a9e6-6297d80f6724.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562094/original/020205200_1776778989-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026a.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3181748/original/004753900_1594892570-20200716-Rupiah-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574766/original/017693600_1777977090-IMG_2813__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5501244/original/065983200_1770890840-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026de.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496712/original/067203300_1770596625-stasiun_pengisian_kendaraan_listrik_umum__SPKLU_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2172325/original/001382600_1525690405-Investasi-Meningkat_-Ekonomi-Indonesia-Kuartal-1-Tumbuh-5_06_1.jpg)