Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengakui pelemahan daya beli masyarakat mulai memengaruhi kondisi ekonomi. Meski demikian, perseroan meyakini kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) konsolidasian yang bertahan di level 1,7% hingga akhir semester I-2026.
Direktur Manajemen Risiko PT Bank Danamon Indonesia Tbk Dadi Budiana mengatakan, rasio NPL sebesar 1,7% masih berada pada level yang sangat baik. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk menghadapi potensi peningkatan risiko kredit di tengah perlambatan ekonomi.
BACA JUGA:BI Rate Masih Tinggi, Bank Danamon Evaluasi Target Bisnis
BACA JUGA:Laba Bersih Danamon Tumbuh 33% pada Semester I-2026
“Rasio NPL konsolidasian kami saat ini berada di posisi 1,7%. Angka tersebut sudah bertahan sejak akhir triwulan I-2026 dan merupakan level yang sangat rendah serta sangat baik,” ucapnya dalam konferensi pers daring, Kamis (30/7/2026).
“Kami melihat bahwa memang kondisi sekarang ini ada pelemahan daya beli. Tapi dari sisi underwriting, kami melakukan hal-hal yang diperlukan untuk memastikan kredit yang kami salurkan dilakukan secara baik dan hati-hati,” lanjutnya.
/2026/08/03/1887649803.jpg)
/2023/04/27/1632366693.jpg)
/2026/02/18/1346664671.jpg)
/2026/08/28/1217435868.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311347/original/084956100_1785399892-email-attachment_2026_07_30_ariefhakim-at-klyid_menteri-pkp-panggil-mas-bahlil-ganteng-di-hadapan-prabowo-subianto-singgung-csr-buat-rakyat_1000392655.jpg)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303227/original/004497600_1784622744-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_15.30.39__1_.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532281/original/068580000_1628161372-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302021/original/032085300_1753969488-Gemini_Generated_Image_jtk1w2jtk1w2jtk1.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)