Jakarta – Pemerintah akan melanjutkan program bantuan sosial pangan atau bansos pangan kepada 33,24 juta penerima. Total anggaran yang disiapkan untuk penyalurannya mencapai sekitar Rp 17,54 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan agar program bantuan pangan ini dilanjutkan untuk 3 bulan ke depan.
BACA JUGA:Ragam Program Bansos Jadi Sasaran Hoaks, Ada Link Palsu yang Mencuri Data Pribadi
BACA JUGA:Cara Cek Desil Kemensos 2026, Simak Kategori Penerima Bantuan & Jadwal Pencairan Bansos
BACA JUGA:Cara Cek Desil Bansos Juni 2026, Ini Panduannya
Yang dimulai lagi bulan Juli, Agustus, September untuk penerima sebesar 33,24 juta penerima, dan dibutuhkan anggaran sebesar Rp 17,54 triliun, ujar Menko Airlangga di kantornya, Jakarta, dikutip Selasa (23/6/2026).
Selain bansos pangan, pemerintah pun bakal menggulirkan program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), untuk menjaga harga kedelai bagi para produsen tahu dan tempe.
Dalam hal ini, pemerintah bakal menyuntikan subsidi Rp 2.000 per kg kepada para pengrajin tahu dan tempe, dengan target kuota hingga 250 ribu ton.
Kita ketahui, kita beli kebutuhannya adalah 2,5 juta ton per tahun, namun kita siapkan 250 ribu ton dengan subsidi Rp 2.0000 per kilogram. Yang nantinya akan diberikan apabila harga kedelainya di atas harga acuan pembelian, urainya.
Berikut rincian bantuan pangan dan SPHP yang bakal digulirkan pemerintah di semester II 2026:
– Bantuan Beras 10 kg: untuk 33,24 juta penerima selama 3 bulan dimulai Juli 2026. Perkiraan anggaran Rp 17,54 triliun belum termasuk biaya operasional.
– Bantuan Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) kedelai untuk pengerajin tahu atau tempe paling tinggi Rp 2.000 per kg untuk total kuota 250 ribu ton pada tahap pertama ini, untuk daerah yang harga kedelainya di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) dengan anggaran Rp 500 miliar.



/2024/10/08/516836979.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5144911/original/094559400_1740648894-WhatsApp_Image_2025-02-27_at_08.46.36__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263270/original/011050800_1781874244-1000353365.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2921616/original/011797600_1569399780-20190925-Buruh-NKRI-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8318107/original/002868700_1782186014-IMG_4971.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309787/original/094950500_1782176241-IMG_4935.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976571/original/042940100_1441279137-harga-emas-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4837495/original/096209800_1716195903-Harga_emas_cetak_rekor_tertinggi-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4838233/original/057874200_1716263381-AP24141612292346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028256/original/032953400_1732871460-fotor-ai-20241129161044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)