Jakarta – Industri pulp dan kertas Indonesia menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan pasar karbon kehutanan yang kredibel, transparan, dan berintegritas tinggi.
Indonesia tengah memasuki babak baru pengelolaan hutan, di mana nilai ekonomi hutan tidak lagi hanya bertumpu pada kayu, tetapi juga pada karbon, keanekaragaman hayati, jasa lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
BACA JUGA:Ambisi Besar Elon Musk Bangun Pabrik Chip, Siapkan Dana Rp 2.06 Kuadriliun
BACA JUGA:SMGR Putar Otak Hadapi Tekanan Besar di Industri Semen Domestik
Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 yang memberikan landasan hukum yang lebih jelas bagi pengembangan perdagangan karbon sektor kehutanan serta memperkuat implementasi Multiusaha Kehutanan.
Ketua Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia Suhendra Wiriadinata mengatakan bahwa regulasi tersebut menjadi fondasi penting bagi dunia usaha untuk memperluas kontribusi terhadap target penurunan emisi nasional sekaligus memperkuat daya saing industri pulp dan kertas Indonesia di pasar global.
“Industri pulp dan kertas Indonesia menyambut baik terbitnya Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 yang memberikan kepastian regulasi dan kerangka tata kelola yang lebih jelas bagi pengembangan perdagangan karbon sektor kehutanan. Bagi industri kami, karbon merupakan nilai tambah yang melengkapi, bukan menggantikan, peran utama sektor ini dalam menghasilkan produk berbasis serat terbarukan yang dibutuhkan masyarakat global,” ujar Suhendra dikutip dari Antara, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa melalui pengelolaan hutan tanaman industri yang berkelanjutan, efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, penerapan ekonomi sirkular, serta inovasi produk yang dapat diperbarui dan didaur ulang, industri pulp dan kertas terus memperkuat kontribusinya dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon.
“Produk pulp dan kertas berbasis serat terbarukan merupakan bagian penting dari solusi iklim karena dapat menggantikan material berbasis fosil, mendukung pengurangan emisi, serta menjawab kebutuhan pasar global terhadap produk yang lebih ramah lingkungan,” katanya.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5696107/original/067017900_1778573854-ChatGPT_Image_May_12__2026__03_16_44_PM.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1129521/original/070433500_1454399964-20160202-Reaksi-Presiden-FSPMIKSPI-Terkait-Tutupnya-Dua-Perusahaan-Raksasa-Elektronik-Helmi-tebe-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562097/original/092106500_1776779128-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523351/original/063455500_1772803904-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026c.jpeg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5700108/original/038248400_1778579903-IMG-20260512-WA0075.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5734873/original/051649600_1778630145-meskipun-ekspor-melemah-cadangan-devisa-ri-masih-meningkat.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5748550/original/098447200_1778648323-Bank_Indonesia__BI__mulai_memusnahkan_uang_rupiah_palsu.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5706488/original/093486400_1778589639-1000315954.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5707007/original/003371200_1778590317-WhatsApp_Image_2026-05-12_at_18.46.38.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980727/original/003754900_1648714870-20220331-Laporan-SPT-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562645/original/032091900_1776835694-1000296203.jpg)