Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sardewa menolak tawaran pinjaman dari International Monetery Fund (IMF) dan Bank Dunia (World Bank). Hal itu diketahui kala dirinya menyambangi New York, Amerika Serikat.
Awalnya, Purbaya berdiskusi terkait kebijakan ekonomi Indonesia. Mendengar penjelasan Purbaya, baik IMF dan Bank Dunia menawarkan dana sejumlah USD20-30 miliar untuk dipinjam oleh Pemerintah Indonesia.
BACA JUGA:Hadiri Meeting IMF–World Bank, Purbaya Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia
BACA JUGA:Dipuji IMF, Ekonomi Indonesia Jadi Titik Cerah di Tengah Ketidakpastian Global
BACA JUGA:Di depan IMF dan Bank Dunia, Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia Tumbuh 6%
“Di tengah-tengahnya nawarin bahwa mereka sudah menyediakan uang, ada yang bilang USD 20-30 miliar untuk memberikan bantuan ke negara yang membutuhkan,” katanya di Kementerian Keuangan, Selasa (21/4/2026).
“Kalau di World Bank saya diam saja. Tapi yang terakhir nawarin lagi. Kalau mau itu dipakai boleh, suruh hutang ke dia. IMF juga sama,” lanjutnya.
Purbaya menolak halus tawaran tersebut. Lantaran, Indonesia masih sangat mampu untuk membiayai semua program yang akan dijalankan.
Persisnya, dana sekitar USD 25 miliar dalam kas negara. Purbaya menegaskan, di depan IMF dan Bank Dunia, APBN Indonesia masih sangat baik.
“Tapi saya bilang ya itu terima kasih atas tawarannya. Tapi sekarang kondisi APBN kita masih bagus dan saya belum butuh itu dan saya masih punya uang USD 25 miliar juga. Yang kita pegang itu sendiri untuk negara sendiri,” jelasnya.
“Kita punya 25 miliar dolar sendiri. Jadi kondisi keunggulan kita masih aman,” tegasnya lagi.


/2025/10/06/1838782639.jpg)
/2025/10/22/1390853416.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976570/original/042706700_1441279137-harga-emas-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5204223/original/097954100_1745994907-IMG-20250430-WA0006.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5433099/original/004218300_1764834401-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-4_Desember_2025.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/976573/original/043185800_1441279137-harga-emas-5.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5563080/original/090654600_1776846991-1000296431.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3354469/original/046829100_1611133736-20210120-PERTUMBUHAN-UANG-BEREDAR-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4924083/original/020178500_1724226549-Screenshot_20240821_140319_Samsung_Notes.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4448954/original/060147200_1685534946-20230531-Jadwal-KRL-Commuterline-Tallo-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5562097/original/092106500_1776779128-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-21_April_2026b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1400474/original/063702300_1478686860-20161109--Donald-Trump-Unggul-Rupiah-Terpuruk-Jakarta-Angga-Yuniar-04.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4412749/original/008778900_1683024969-20230502-Polemik-Impor-KRL-Bekas-Tallo-2.jpg)