Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti tingginya biaya logistik dalam sidang kanal debottlenecking yang digelar pemerintah untuk mengurai hambatan dunia usaha. Salah satu persoalan yang dibahas berasal dari pengusaha storage dan peti kemas yang diwakili Dewan Pimpinan Nasional Dewan Pemakai Jasa Angkutan Indonesia (DPN Depalindo).
Dalam agenda tersebut, Depalindo menyampaikan permasalahan kepada pemerintah untuk kemudian ditanggapi Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, dan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta. Sidang dipimpin Purbaya selaku Menteri Keuangan.
BACA JUGA:Purbaya Libatkan Kemenhub Atasi Disparitas Tarif Jasa Pelabuhan
BACA JUGA:Isu Pajak Kontrakan Bikin Heboh, Purbaya Buka Suara
BACA JUGA:Purbaya Buka Suara Soal Tarik Keuntungan Danantara: Uang Pemerintah Masih Banyak
Purbaya mengatakan, pengusaha mengeluhkan perbedaan tarif layanan penyimpanan peti kemas di dalam dan luar kawasan pelabuhan. Kondisi tersebut dinilai turut membebani biaya logistik yang disebut mencapai sekitar Rp 4 triliun.
Kalau Rp 4 triliun naiknya biaya logistik gara-gara itu, 70% keluar, itu sekitar Rp 2-3 triliun kira-kira keluar negeri. Itu merugikan, kata Purbaya dalam sidang debottlenecking di Kementerian Keuangan, Rabu (12/8/2026).
Menurut Purbaya, sebagian besar bisnis storage tersebut dikuasai perusahaan asing. Kondisi itu membuat pengusaha domestik harus membayar biaya dan pajak yang tinggi, sementara ruang keuntungan mereka terbatas karena harga layanan turut ditentukan perusahaan asing.
Ia juga menyoroti adanya perusahaan asing yang menjalankan bisnis perdagangan sekaligus memiliki usaha penyimpanan sejenis. Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi menciptakan persaingan yang tidak sehat bagi pelaku usaha domestik.
“Saya minta BKPM mempelajari itu, apa itu MKM, apa bukan,” ujarnya.

/2026/04/24/1722632170.jpg)
/2026/03/27/747598489.jpg)
/2025/06/11/1156270911.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303227/original/004497600_1784622744-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_15.30.39__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5757392/original/058197000_1778659883-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Pasar_Modal__Keuangan_Derivatif_dan_Bursa_Karbon_OJK__Hasan_Fawzi-13_Mei_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320206/original/024949500_1786340602-email-attachment_2026_08_10_ariefhakim-at-klyid_sistem-penindakan-terintegrasi-menhub-jamin-pelanggaran-truk-odol-tak-cuma-salahkan-pengemudi_1000403240.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172729/original/052282800_1594117386-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594243/original/089058400_1696137886-andre-francois-mckenzie-iGYiBhdNTpE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321981/original/062671700_1786513135-ChatGPT_Image_Aug_12__2026__12_38_32_PM.jpg)