Jakarta – Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza membeberkan tujuh masalah yang dihadapi oleh industri baja nasional saat ini. Pertama, produksi baja nasional kalah bersaing dengan produk impor asal China di pasar domestik.Â
Gap antara konsumsi baja dengan produksi nasional yang cukup besar, dan gap ini diisi oleh produk impor, di mana mayoritas dari Tiongkok, ujar dia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (4/2/2026).
BACA JUGA:Geger Kasus Emas Digital di China, Indonesia Harus Waspada
BACA JUGA:Mengenal Tradisi Perayaan Imlek di Negara Asalnya
BACA JUGA:Rusia dan Myanmar Teken Aliansi Militer Lima Tahun
Selain itu, sebagian besar produsen baja nasional masih berfokus pada sektor konstruksi dan infrastruktur. Padahal sektor-sektor lain seperti otomotif, perkapalan, alat berat, dan alat rumah tangga juga makin lama makin berkembang dan membutuhkan baja nasional kita sebagai bahan baku, imbuhnya.
Kemudian, fasilitasi produksi yang dimiliki oleh produsen baja nasional rata-rata sudah berumur dan teknologinya tertinggal, serta belum ramah lingkungan. Ini juga mempengaruhi kualitas dan biaya produksi yang tinggi, kata Faisol.Â
Permasalahan berikutnya, produksi baja nasional kesulitan bersaing dengan produk baja impor dari aspek harga maupun kualitas. Lalu, kontribusi industri baja nasional terhadap investasi baru belum optimal.Â
Selanjutnya, biaya energi dan logistik pada sektor industri baja yang masih relatif tinggi. Lalu, rendahnya harga impor yang menekan produk industri baja nasional.Â
Langkah Penyelamatan
Oleh karena itu, lanjut Faisol, Kementerian Perindustrian dan pihak stakeholder telah menyusun beberapa langkah penyelamatan industri baja nasional. Pertama, perlindungan industri dalam negeri dari praktik unfair trade negera lain, dengan menerapkan trade remedies.Â
Kedua, percepatan adopsi teknologi terkini dan ramah lingkungan, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk baja hilir, peningkatan investasi di sektor hulu baja kasar (crude steel), hingga pengembangan industri baja dalam negeri.Â
Lalu memberikan dukungan hilirisasi baja nasional untuk dikonsumsi oleh perkapalan, otomotif, militer, serta konstruksi, dan pertumbuhan investasi yang ada menjadi peluang bagi industri baja nasional, tutur Faisol.Â
/2025/12/13/432746519.jpg)
/2025/12/13/2147204063.jpg)
/2024/03/08/613527982.jpg)
/2025/10/21/868494903.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492695/original/003945000_1770182123-Utusan_Khusus_Presiden_Bidang_Iklim_dan_Energi__Hashim_Djojohadikusumo-.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5101518/original/020188500_1737371758-Photo_Release_Hexindo__2__-_Zaxis-7G_Series_ZX490LC-7G.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5299983/original/084137800_1753857669-Menara_SMBC_Indonesia__1___2_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4948540/original/061465800_1726804839-20240920-FLPP-MER_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913280/original/009736000_1643034734-24_januari_2022-4.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5450574/original/027965600_1766147761-Kepala_Eksekutif_Pengawas_Perbankan_OJK__Dian_Ediana_Rae.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492771/original/049266100_1770184638-IMG_4402.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5492920/original/051382800_1770189376-f57e9c11-f616-4a5f-a101-14d2578ad343.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3980732/original/010029000_1648714878-20220331-Laporan-SPT-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473091/original/035263700_1768386874-Chief_Executive_Officer__CEO__Badan_Pengelola_Investasi_Daya_Anagata_Nusantara__Danantara__Rosan_Roeslani-14_Januari_2026b.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5449146/original/064430900_1766049207-Menkeu_Purbaya_Yudhi_Sadewa_saat_Konpres_APBN-b.jpeg)