Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa nilai impor bahan bakar minyak (BBM) Indonesia mencapai US$ 28 miliar hingga US$ 30 miliar, atau setara Rp 499 triliun–Rp 534 triliun per tahun (asumsi kurs 17.853 per dolar AS).
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan produksi motor listrik nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya. Menurutnya, pengoperasian kendaraan listrik secara masif dapat menghemat pengeluaran negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengingat dana hingga US$ 30 miliar tersebut mengalir ke luar negeri setiap tahun hanya untuk membeli BBM.
BACA JUGA:Motor Listrik Lebih Hemat 70%, Prabowo ke Pengguna BBM: Rasain Sendiri
BACA JUGA:Viral Lagi Isi BBM Harus Nominal Ganjil Agar Tak Dicurangi, Pertamina: Informasi Salah
BACA JUGA:Bahlil-Purbaya Sepakat Harga BBM Subsidi Tak Naik meski Minyak Bergejolak
Kita mengirim uang US Dollar untuk BBM kita melebihi—kadang-kadang USD 30 miliar, antara USD 28 miliar sampai USD 30 miliar, benar? Menteri ESDM, tiap tahun USD 30 miliar, ujar Prabowo dalam acara Peluncuran Motor Listrik Nasional Beserta Ekosistem Pendukung di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
Kepala Negara menegaskan bahwa besarnya pengeluaran tersebut akan terus dipangkas. Selain melalui peralihan ke kendaraan listrik, pemerintah juga menggalakkan penggunaan BBM campuran bahan bakar nabati, seperti implementasi biodiesel 50 persen (B50).
Pada saat yang sama, pemerintah akan mendorong transisi dari Liquified Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG). Langkah ini diambil karena Indonesia masih bergantung pada impor LPG, sementara pasokan CNG dapat dipenuhi dari dalam negeri.
Kita bertekad mengurangi ini. Dengan solar B50 sekarang, kita sudah mengurangi (impor)—bahkan harusnya kita tidak impor lagi diesel dari luar. Namun, karena masih tergantung pada beberapa energi fosil luar negeri, kita akan segera mengganti LPG menjadi CNG, beber Prabowo.

/2022/04/26/1849894064.jpg)
/2020/01/29/769422354.jpg)
/2022/02/16/1906346792.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296727/original/008242400_1784022507-3fa60472-8dcd-43de-8f2d-dc9c188e0f52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5278126/original/055433400_1752054768-Sapna_Chadha__Vice_President__Southeast_Asia_and_South_Asia_Frontier__Google_Asia_Pacific__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4635089/original/050952500_1699055704-Peleburan_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472770/original/094808400_1768375318-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318184/original/015332000_1786088834-bdg.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/976574/original/043353600_1441279137-harga-emas-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293736/original/020014800_1783747097-ChatGPT_Image_Jul_11__2026__12_17_56_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473781/original/039018600_1687249156-SEC_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2050780/original/079993300_1522730511-20180403-Bitcoin-AFP2.jpg)