Jakarta – PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) mengevakuasi 11 pekerja yang bekerja di Basra, Irak dan 8 di Dubai, UAE. Proses evakuasi membutuhkan waktu setidaknya 14 hari dari dari Basra ke Jakarta.
Waktu yang panjang dibutuhkan karena adanya penutupan sejumlah bandara internasional, seperti di Kuwait City, Dubai dan Doha.
BACA JUGA:345 Armada Disiapkan Angkut BBM hingga LPG Jelang Lebaran
BACA JUGA:Teluk Memanas, Pertamina Prioritaskan Keselamatan Awak Kapal
“Geopolitik yang dinamis tentu berpengaruh bagi operasi kita di Irak. Alhamdulillah karena koordinasi yang sangat baik dari PIEP, PHE, Pertamina dan dukungan Kementerian Luar Negeri serta KBRI di sejumlah negara, teman-teman bisa pulang dengan selamat,” ujar Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha menegaskan bahwa keselamatan Perwira merupakan prioritas utama perusahaan. PIEP menjalankan seluruh prosedur HSSE serta Business Continuity Plan (BCP) secara disiplin dan terkoordinasi dengan Pertamina Holding, Subholding Upstream, dan otoritas terkait. “Kami juga terus memonitor situasi secara real-time guna memastikan perlindungan optimal bagi seluruh personel,” jelas dia
Ia menegaskan, untuk melakukan asesmen contingency plan rute evakuasi, sehingga bila ada penutupan air space akan memudahkan proses evakuasi ke depan.
Pertamina Irak Eksplorasi & Produksi (PIREP) bergerak cepat dengan mengaktifkan Emergency Response Team (ERT) segera setelah menerima informasi terkait serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Selain melakukan pemantauan intensif, PIREP secara paralel juga memperkuat komunikasi dan koordinasi strategis dengan KBRI Baghdad, KBRI Kuwait City, KBRI Riyadh, KBRI Abu Dhabi, serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna memonitor perkembangan situasi dan mengantisipasi dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.
/2025/12/08/659294977.jpg)
/2025/07/29/892551915.jpg)
/2024/03/28/880123798.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529001/original/030832700_1773302446-Menteri_Koordinator_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto_bertemu_Executive_Acting_Secretary-General_of_the_Liberal_Democratic_Party__LDP__Koichi_Hagiuda.jpeg)



/2024/08/05/571848052.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4282582/original/062080800_1672910733-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5529355/original/013183400_1773327457-IMG_0251.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5254460/original/079028500_1750124342-Bank_Mandiri.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5372841/original/076901200_1759800689-perak.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528100/original/086055000_1773238557-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_20.27.55.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528113/original/009665700_1773239757-Jalan_Tol_Solo-Jogja-NYIA_Kulonprogo_segmen_Prambanan-Purwomartani_beroperasi_secara_fungsional-11_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5513260/original/010116400_1772007770-006446100_1680078026-money-gbed170cd0_1920_1_.jpg)