Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan pasokan gandum Indonesia masih aman meskipun konflik Rusia-Ukraina berpotensi mengganggu perdagangan global.
Budi mengatakan, Indonesia tidak bergantung pada pasokan gandum dari Ukraina karena importir memiliki sejumlah negara alternatif sebagai sumber pasokan.
BACA JUGA:Laporan www.wmhg.org dari Malaysia: Perjuangan Anak Indonesia Melawan Kanker di Negeri Jiran
BACA JUGA:Cadangan Nikel dan Kobalt Indonesia Rp 15.000 Triliun
BACA JUGA:Kata Mendag Soal Dominasi Penjualan FMCG E-Commerce Indonesia
Sampai saat ini masih berjalan dengan baik. Gandum selama ini masih,” kata Budi dalam konferensi pers Kick Off Road to Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 2026 di Kementerian Perdagangan, Jumat (28/8/2026).
Budi mengatakan, Indonesia memperoleh pasokan gandum dari sejumlah negara, termasuk Australia, Kanada, dan Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki pilihan sumber pasokan apabila terjadi gangguan dari negara tertentu.
Bukan Ukraina yang satu-satunya. Banyak. Kanada juga banyak, Amerika juga banyak,” ujar Budi.
Budi mengatakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan mitigasi dengan membuka alternatif negara pemasok ketika kondisi geopolitik mengganggu rantai pasok. Budi menilai perubahan geopolitik dapat mendorong pasar mencari sumber pasokan baru dengan cepat.
Budi mencontohkan Indonesia pernah menghadapi kendala pasokan nafta yang sebelumnya banyak berasal dari kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong Indonesia mencari pemasok alternatif dari Amerika Serikat, India, dan Uni Emirat Arab.
Kalau geopolitik seperti itu sebenarnya pasar itu cepat berkembang, cepat berubah. Makanya tiba-tiba kita cari ke Amerika, dapat Amerika. Kemarin saya ke India ditawarin juga. Terus ketemu Mendag UAE juga ditawarin,” kata Budi.
Budi menilai keberagaman negara pemasok menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menjaga kelancaran pasokan komoditas di tengah perubahan geopolitik global.

/2020/05/17/344703089.jpg)
/2025/07/21/1137651184.jpg)
/2018/07/19/397622532.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137785/original/055250800_1739961431-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336058/original/078757900_1788099807-c8aa79cc-f278-4edd-bf0c-ab5f1bf8ebbc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128631/original/7400_1739254888-DALL__E_2025-02-11_13.20.04_-_A_futuristic_and_vibrant_digital_illustration_of_a_Shiba_Inu_dog_as_a_cryptocurrency_meme_token._The_Shiba_Inu_has_a_playful_yet_confident_expression_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335849/original/080323100_1788070340-WhatsApp_Image_2026-08-30_at_1.04.49_PM.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3352147/original/086289000_1610959706-20210118-Emas-Antam-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4762236/original/071720400_1709618206-fotor-ai-2024030512563.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5310039/original/090428800_1754652469-Upbit_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5119143/original/000941200_1738566772-XRP_illustration_alternative.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)