Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat layanan kereta api Public Service Obligation (PSO) terus menjadi pilihan masyarakat untuk perjalanan jarak jauh dan lokal. Sepanjang Januari–Mei 2026, KA Jarak Jauh PSO dan KA Lokal PSO yang dikelola KAI Induk melayani 7.882.165 pelanggan, meningkat 7,9 persen dibanding periode yang sama pada 2025 sebanyak 7.303.687 pelanggan.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan peran penting layanan PSO dalam menjaga akses mobilitas masyarakat. Melalui dukungan Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, KAI menghadirkan layanan kereta api kelas ekonomi dengan tarif terjangkau pada lintas-lintas yang dibutuhkan masyarakat.
BACA JUGA:Tancap Gas ke B50, KAI Bidik Turunkan Emisi 133 Ribu Ton CO₂e
BACA JUGA:Demo BEM UI, Perjalanan MRT Jakarta Beroperasi Normal
BACA JUGA:Demo BEM UI Hari Ini, 16 Kereta Api Stasiun Gambir Berhenti di Jatinegara
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, KA PSO menjadi bagian penting dari pelayanan publik berbasis rel karena langsung bersentuhan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat.
“KA PSO membantu masyarakat memperoleh akses perjalanan yang lebih terjangkau untuk bekerja, sekolah, berobat, berdagang, bertemu keluarga, maupun bepergian antardaerah. Bersama Pemerintah melalui DJKA Kemenhub, KAI terus menjaga agar layanan ini tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Anne, Senin (15/6/2026).
Berdasarkan data KAI, KA Jarak Jauh PSO melayani 4.951.267 pelanggan pada Januari–Mei 2026. Jumlah tersebut meningkat 5,1 persen dibanding Januari-Mei 2025 sebanyak 4.709.193 pelanggan. Sementara itu, KA Lokal PSO melayani 2.930.898 pelanggan, meningkat 13,0 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 2.594.494 pelanggan.
Anne menjelaskan, KA Jarak Jauh PSO berperan menghubungkan kota-kota di Jawa dan Sumatra dengan biaya perjalanan yang lebih terukur bagi masyarakat. Layanan ini memberi ruang bagi pelanggan untuk melakukan perjalanan antarkota secara lebih hemat, terutama bagi pelajar, pekerja, pedagang, keluarga, serta masyarakat yang membutuhkan akses transportasi rutin.




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539267/original/091129700_1774595159-IMG-20260327-WA0004.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5248084/original/085492600_1749556947-WhatsApp_Image_2025-06-10_at_10.42.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540726/original/026076100_1774789410-Chief_Operating_Officer__COO__Danantara__Dony_Oskaria-29_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8059621/original/040499800_1780903490-Menteri_Perdagangan__Mendag__Budi_Santoso-8_Juni_2026a.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382999/original/069219700_1760612391-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)