Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengapresiasi, keberhasilan pemerintah dalam memulihkan aset yang terkait kasus korupsi Eddy Tansil, meski perkara tersebut telah berlangsung puluhan tahun dan lama menjadi perhatian publik.
Purbaya mengaku terkejut ketika mengetahui, aset negara dari kasus yang sudah berlangsung sejak lama itu masih dapat ditelusuri dan dipulihkan.
BACA JUGA:Pernah Untung Beli Tanah, Purbaya Ajak Pejabat Lain Ikut Lelang Aset Negara
BACA JUGA:Purbaya Bakal Bertemu Kepala BGN Pekan Ini
BACA JUGA:Candaan Purbaya Ingin Tebus Harley-Davidson, tapi Belum Dapat Restu Istri
Saya kaget tadi, kasus Eddy Tansil yang telah lama menjadi ingatan publik, uangnya masih bisa diperoleh lagi. Ini saya pikir prestasi yang luar biasa karena sudah puluhan tahun dikejar terus,” ujar Purbaya di Kejaksaan Agung, Senin (15/6/2026).
Dia menuturkan, keberhasilan tersebut menunjukkan, upaya pemulihan kerugian negara tidak mengenal batas waktu. Ia menegaskan negara tidak boleh berhenti mengejar pihak-pihak yang merugikan keuangan negara, meskipun kasusnya telah berlangsung lama.
“Kasus Eddy Tansil mengingatkan bahwa kerugian negara tidak boleh menjadi masa lalu tanpa penyelesaian. Siapa yang merugikan negara, sampai kapan pun akan kita kejar. Waktu boleh berjalan, tetapi hak negara tidak boleh hilang,” katanya.
Purbaya menilai, keberhasilan pemulihan aset itu menjadi bukti pentingnya sinergi antarlembaga negara dalam penegakan hukum dan pengelolaan aset hasil tindak pidana. Menurut dia, selama institusi negara bekerja secara terkoordinasi, aset yang sempat hilang tetap dapat ditemukan, diamankan, dan dikembalikan kepada negara.
Selama institusi negara bekerja sama, aset yang hilang tetap dapat ditelusuri, diamankan, dan dipulihkan,” ujarnya




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261099/original/001360700_1671015151-20221214-Menteri-Investasi-Raker-dengan-Komisi-VI-DPR-Angga-5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5248084/original/085492600_1749556947-WhatsApp_Image_2025-06-10_at_10.42.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540726/original/026076100_1774789410-Chief_Operating_Officer__COO__Danantara__Dony_Oskaria-29_Maret_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8059621/original/040499800_1780903490-Menteri_Perdagangan__Mendag__Budi_Santoso-8_Juni_2026a.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3975025/original/099793100_1648205102-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382999/original/069219700_1760612391-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,645,0)/kly-media-production/medias/4856444/original/021606300_1717750001-20240512_102627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)