Jakarta – Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan tengah mencari cara agar dana bantuan sosial (bansos) yang disalurkan pemerintah tidak disalahgunakan untuk kegiatan ilegal, seperti judi online (judol).
Luhut menyadari adanya sejumlah pekerjaan rumah (PR) dalam skema penyaluran bansos secara digital langsung ke rekening penerima. Oleh karena itu, pihaknya tengah mengkaji pembatasan penggunaan dana agar tetap sasaran.
BACA JUGA:Setop Subsidi Barang, Luhut: Langsung Transfer ke Rekening
BACA JUGA:Luhut: Perlinsos Digital Mulai Oktober, Bansos Langsung ke Rekening Penerima
BACA JUGA:Kawal Danantara, Luhut: Investasi Jangan Cuma Angka di Atas Kertas
“Tentu masih banyak PR-nya. Bagaimana cara memberikan—tadi sudah diberikan kepada account-nya (rekening bank), tapi jangan sampai disalahgunakan uang itu,” ujar Luhut di Kantor Dewan Energi Nasional (DEN), Jakarta, Kamis (10/9/2026).
“Kami masih memikirkan apakah nanti diberikan dalam bentuk kupon sehingga tidak bisa untuk judi online. Jadi hanya bisa dipakai untuk bayar listrik, beli beras, bayar bensin, dan kebutuhan pokok lainnya,” imbuhnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) ini menilai digitalisasi bansos langsung ke rekening penerima dapat menekan celah korupsi. Namun, ia tetap mewaspadai potensi penyalahgunaan dana tersebut. Salah satu opsi pencegahan yang disiapkan adalah mengutamakan penerima dari kelompok perempuan atau ibu-ibu.
“Kami waspadai jangan sampai dipakai judol. Makanya, dana tersebut nantinya akan ditargetkan kepada ibu-ibu, karena potensi mengakses judol lebih kecil,” jelasnya.
/2026/05/21/68904607.jpg)
/2026/04/25/1145875034.jpg)
/2026/05/06/550430341.jpg)
/2026/01/14/1158901367.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6484358/original/030209800_1779343577-1000324698.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344340/original/014473700_1788942963-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.32.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343444/original/044719400_1788857447-email-attachment_2026_09_08_immanuel-christian_purbaya-akui-tak-pusing-urus-anggaran-mbg_IMG_6933.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305867/original/021025200_1784806171-email-attachment_2026_07_23_ariefhakim-at-klyid_menkeu-purbaya-belum-tentukan-pfii-berdiri-di-lahan-bumn_1000385985.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310806/original/096451100_1785371567-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__07_24_25_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219633/original/084845400_1747221145-20250514-Harga_Emas-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3149804/original/091239300_1591853666-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312564/original/022789700_1785509518-1000394259.jpg)