Jakarta – OPEC+ memutuskan tetap mempertahankan kebijakan produksi minyak pada Oktober yang ditetapkan pada pertemuan Minggu, 6 September 2026.
Mengutip CNBC, Senin, (7/9/2026), Pertemuan tujuh anggota inti OPEC+, Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman, berlangsung di tengah berlanjutnya gangguan akibat konflik terkait Iran terhadap ekspor minyak melalui Selat Hormuz, yang membatasi pengaruh OPEC+ terhadap harga dan pangsa pasar.
BACA JUGA:Fitri Carlina Bahagia Bisa Nonton Cristiano Ronaldo Secara Langsung di Arab Saudi
BACA JUGA:Timnas Indonesia Main di Piala Asia 2027, Fans Bakal Serbu Arab Saudi
Pada Agustus, OPEC+ menyepakati peningkatan produksi untuk September, yang menuntaskan pencabutan bertahap kebijakan pengurangan pasokan sebesar 1,65 juta barel per hari yang disepakati pada 2023. Meskipun ada kesepakatan peningkatan produksi, kelompok yang terdiri dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya (termasuk Rusia) ini masih memproduksi minyak jauh di bawah target akibat konflik tersebut.
Kekuatan OPEC dibatasi oleh konflik Iran
OPEC+ saat ini memiliki kekuatan yang sangat terbatas atas pasar minyak fisik, ujar Jorge Leon dari Rystad Energy.
Kelompok ini bisa mengubah target produksi di atas kertas, namun tidak dapat menjamin bahwa volume minyak tersebut akan benar-benar diproduksi atau sampai ke pasar,” ia menambahkan.
Fokus kini beralih dari penyesuaian produksi bulanan menuju perdebatan yang jauh lebih krusial mengenai tahun 2027,” tutur dia.
OPEC+ masih menerapkan kebijakan pengurangan produksi lainnya yang mencakup sebagian besar anggota kelompok yang terdiri dari 21 negara tersebut hingga akhir 2026.
Sebelum memutuskan cara mengakhiri pengurangan tersebut dan mengembalikan tingkat produksi ke pasar, kelompok ini perlu meninjau kapasitas produksi minyak anggotanya guna menetapkan angka dasar (baseline) produksi 2027, yang menjadi acuan bagi penentuan kuota.
/2026/03/26/104302596.jpg)
/2026/01/30/780510649.jpg)
/2026/03/17/1361567992.jpg)
/2023/10/25/1373227814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342015/original/071390800_1788741386-Jamkrindo-7_September_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341735/original/077203000_1788680194-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4530306/original/071191800_1691485273-Minuman-Kemasan-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339935/original/000619700_1788436286-APINDO-3_September_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310614/original/080466600_1785325841-IMG_2454.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310805/original/018959900_1785371554-Gemini_Generated_Image_skzpy7skzpy7skzp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532284/original/011004900_1628161432-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805342/original/023824600_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342027/original/069175700_1788745138-169a1d37-c156-4053-b782-8bb1d413df23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027995/original/012021400_1732861121-fotor-ai-20241129131659.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6511442/original/025844100_1779370993-ChatGPT_Image_May_21__2026__08_43_00_PM.jpg)