Jakarta – Pemerintah menyampaikan perkembangan terbaru terkait proses negosiasi kebijakan tarif impor Amerika Serikat. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, penyelesaian negosiasi yang semula ditargetkan rampung pada akhir Januari kini diperkirakan bergeser ke pertengahan Februari 2026.
Prasetyo menyampaikan hal tersebut di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu. Ia menegaskan bahwa pembahasan kebijakan tarif impor yang dikaitkan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump masih terus berjalan dan tidak menghadapi hambatan berarti.
BACA JUGA:Saham Hyundai Anjlok Gara-gara Donald Trump
BACA JUGA:Tarif Impor EV Kanada Turun Drastis, Harga Lotus Eletre Berpotensi Anjlok hingga 50 Persen
BACA JUGA:Halangi Pencaplokan Greenland, Trump Ancam Tarif Impor 10% untuk Denmark hingga Inggris
Mungkin pertengahan Februari. Kemarin update terakhir dari Pak Menko Ekonomi, mungkin di pekan kedua bulan Februari, katanya saat memberikan keterangan mengenai perkembangan terbaru agenda negosiasi tersebut, Rabu (28/1/2026).
Lebih lanjut, Prasetyo menyebut hingga saat ini belum ada rencana Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan kunjungan langsung ke luar negeri terkait proses negosiasi tarif impor tersebut. Menurutnya, penyesuaian jadwal lebih disebabkan oleh masih adanya sejumlah hal teknis yang perlu disepakati oleh kedua belah pihak.
Meski mengalami pergeseran waktu, Prasetyo memastikan bahwa penundaan tersebut bukan disebabkan oleh persoalan substansi. Ia menegaskan pembahasan berjalan sesuai jalur yang telah direncanakan.
Secara substansi insyaallah enggak ada masalah, kata Prasetyo.
Ia pun berharap proses negosiasi dapat berjalan lancar dan menghasilkan kesepakatan yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan bangsa dan negara.
/2023/11/14/265599980.jpg)
/2023/02/06/1670990717.jpg)
/2025/09/02/1934936574.jpg)
/2025/12/08/659294977.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5380907/original/068444200_1760438140-men9.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2793619/original/013488900_1556718746-Kembang-Api-Buruh4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4967681/original/010007900_1728810787-Depositphotos_650143686_L.jpg)

/2025/11/09/1135046162.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486677/original/085045300_1769595276-WhatsApp_Image_2026-01-28_at_16.13.24.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486550/original/072648900_1769590191-Deputi_Gubernur_Bank_Indonesia_terpilih_Thomas_Djiwandono-_28_Januari_2026a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5129438/original/034681000_1739288405-BI_10.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484915/original/056960900_1769488796-WhatsApp_Image_2026-01-27_at_10.56.47.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472366/original/098607300_1768363991-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-14_Januari_2026.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4881569/original/094570800_1719967258-fotor-ai-2024070373820.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485687/original/071253500_1769524080-1756f35c-ee91-4c96-861f-adbd26f34d5c.jpeg)