Jakarta – Wacana MSCI menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market mengundang Analis perkirakan volatilitas masih tinggi hingga keputusan final keluar.
Pada perdagangan Jumat (16/10/2026), IHSG dibuka anjlok 8% ke level 5.393 dan sempat terkena trading halt. Pada penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG tersungkur 10,76% menjadi 5.233.
BACA JUGA:Status Pasar Saham Indonesia Terancam di MSCI, Analis Ungkap Hal yang Perlu Dilakukan
BACA JUGA:IHSG Hari Ini Anjlok 11,57% ke 5.185, Transaksi Harian Rp 32 Triliun
Analis Infovesta Wawan Hendrayana, menilai sebagian besar arus keluar dana pasif sebenarnya sudah terjadi.
Bobot Indonesia di MSCI EM turun dari 1,16% ke 0,43% dan konstituen tinggal sembilan saham, ujarnya.
Jika Standalone Market disahkan, Wawan memperkirakan tambahan capital outflow sekitar US$ 13 miliar atau Rp 234,5 triliun.
Risiko lebih besar dari dana aktif yang mandatnya hanya boleh di pasar EM, kata dia.
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta Utama sependapat, dampaknya signifikan, mulai dari aliran dana asing, likuiditas, hingga persepsi risiko investasi.
Perubahan tersebut berpotensi mengurangi eksposur saham Indonesia dalam portofolio investor institusional internasional, ujar Nafan.
Menurut Nafan, jika penyesuaian portofolio dilakukan serentak, tekanan jual bisa menumpuk di saham berkapitalisasi besar. Saham itu umumnya berbobot indeks signifikan dan berkepemilikan asing tinggi, termasuk bank besar.
Kondisi ini dapat meningkatkan volatilitas dan memperbesar risiko koreksi IHSG, terutama apabila disertai pelemahan rupiah serta arus keluar modal asing yang berkelanjutan, kata Nafan sembari menambahkan, besarnya dampak bergantung pada keputusan final MSCI dan kemampuan investor domestik menyerap tekanan jual.
/2019/08/05/1615535358.jpg)
/2026/06/04/605781479.jpg)
/2025/03/02/139327218.jpg)
/2026/05/21/1815365879.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371919/original/008702900_1791854435-000_D2Z484J.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371761/original/067679800_1791804950-AP26285357585394.jpg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374908/original/022115300_1792085537-PHOTO-2026-10-15-16-01-05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374906/original/068342700_1792084216-43e2bf09-4a46-4516-a3c2-b4f7a7b570dc.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4972595/original/083761400_1729246471-hangry_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)