Jakarta – Miliarder sekaligus CEO Louis Vuitton Moet Hennessy (LVMH), Bernard Arnault mengatakan, pemulihan raksasa barang mewah itu bergantung penyelesaian perang di Timur Tengah. Ia menilai, perang di Timur Tengah dapat berujung pada bencana global.
“Anda pasti telah memperhatikan dunia sekarang berada dalam krisis yang sangat serius di Timur Tengah. Ini sangat sulit diprediksi,” kata Arnault pada rapat tahunan LVMH, Kamis, 23 April 2026, dikutip dari Channel News Asia, Jumat, (24/4/2026).
BACA JUGA:Era Super Kaya: Miliarder Dunia Diprediksi Tembus 4.000 Orang di 2031
BACA JUGA:Miliarder Baru China Ini Meraup Kekayaan dari Pengembangan Chip untuk Robot
BACA JUGA:Miliarder Ukraina Cetak Rekor Beli Apartemen Termahal Sepanjang Sejarah
BACA JUGA:Miliarder Malaysia Beli Gedung Premium di Singapura, Nilainya Segini
Bernard Arnault menuturkan, grup itu dapat kembali tumbuh di semua bisnis-nya pada 2026 yang meliputi fesyen dan tas tangan hingga hotel serta minuman keras kelas atas. Hal itu diprediksi jika perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran tidak berlarut-larut.
“Jika tidak, kita harus menghadapi krisis,” ujar dia.
Ia menambahkan, hal itu dapat berubah menjadi bencana global dengan perkembangan ekonomi yang sangat serius dan sangat sensitif. “Dan pada saat itu, siapa yang dapat mengatakan bagaimana hasilnya,” ujar Bernard Arnault.
Perang di Timur Tengah, yang mengancam akan menurunkan pengeluaran konsumen di seluruh dunia, telah menunda pemulihan permintaan barang mewah yang diantisipasi setelah beberapa tahun yang penuh gejolak.
Grup yang terdaftar di Paris di balik Louis Vuitton dan Dior mengatakan pekan lalu perang tersebut menurunkan pertumbuhan penjualan kuartal pertama yang mencapai 1 persen secara organik. Penjualan LVMH di beberapa pusat perbelanjaan di Timur Tengah turun hingga 70 persen pada awal Maret, tak lama setelah pecahnya perang.
AS dan Iran terlibat dalam kebuntuan di Selat Hormuz, menyebabkan gangguan besar pada pasar pengiriman dan energi global. Kedua negara saling menuduh melanggar perjanjian gencatan senjata dalam beberapa hari terakhir dan putaran baru pembicaraan damai belum dimulai.
Arnault telah membina hubungan dekat dengan Presiden AS Donald Trump, yang telah dikenalnya sejak keduanya bekerja di bidang real estat di New York pada tahun 1980-an. Ia menghadiri pelantikan Trump pada Januari tahun lalu.



/2025/05/20/52895388.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565629/original/009649500_1777038811-7f0c9a2b-3683-4ebf-a960-34f39c83cf15.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5355485/original/050496700_1758339034-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5564499/original/097351100_1776946494-1000723469.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4013697/original/070218700_1651632437-000_329D9UW.jpg)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/976572/original/043059500_1441279137-harga-emas-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3532293/original/061990200_1628161552-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-7.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3596914/original/020445500_1633708544-Ilustrasi_Miliarder_atau_Orang_Terkaya.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5219635/original/040174000_1747221146-20250514-Harga_Emas-ANG_6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5565585/original/034003000_1777034790-897fa632-68f2-4910-aeb5-c897854b59a5.jpeg)