Jakarta – Paramount Skydance telah menyelesaikan gugatan hukum dengan 12 negara bagian Amerika Serikat (AS). Penyelesaian ini membuka jalan bagi rencana penggabungan atau merger perusahaan dengan Warner Bros. Discovery senilai US$ 110 miliar atau Rp 1.789 triliun (asumsi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah 17.890).
Mengutip BBC, Selasa, (22/9/2026), berdasarkan kesepakatan tersebut, Paramount wajib memproduksi setidaknya 30 film per tahun dan memastikan sekian persen dari total filmnya diproduksi di AS. Jika tidak memenuhi ketentuan tersebut, Paramount akan dijatuhi sanksi, termasuk kemungkinan menjual sebagian bisnisnya.
BACA JUGA:Paramount Global Launches \’Paramount Games Studio,\’ Emphasizing Gaming as a Core Content Pillar
BACA JUGA:The Late Show with Stephen Colbert Ending This Month, What\’s the Reason?
BACA JUGA:Pemegang Saham Warner Bros Sepakati Pengambilalihan oleh Paramount
BACA JUGA:Street Fighter 2026: Live-Action Movie Trailer Released, What Can We Expect?
Kesepakatan ini membuat rencana penggabungan Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery semakin dekat untuk terlaksana. Merger ini diperkirakan mengubah lanskap Hollywood, dengan menggabungkan studio-studio besar yang telah lama berdiri, layanan streaming utama, dan jaringan televisi nasional di bawah satu naungan.
Saat mengumumkan penyelesaian tersebut, Jaksa Agung California, Rob Bonta, mengatakan kesepakatan itu bukanlah bentuk dukungan terhadap penggabungan atau merger ini. Sementara di sisi lain, kepala eksekutif Paramount menyambut baik penyelesaian tersebut.
CEO Paramount Skydance, David Ellison mengatakan, sekarang kekhawatiran para jaksa agung negara bagian dan Writers Guild of America (WGA) atau Serikat Penulis Amerika Serikat telah ditangani.
Kami telah mendapatkan seluruh persetujuan yang diperlukan untuk merger ini dan menantikan untuk merealisasikan berbagai komitmen tersebut,” ujar Ellison.
Tujuan bersama kami adalah mencapai hasil yang paling memberikan manfaat bagi konsumen, pekerja, dan yang terpenting, komunitas kreatif yang sangat penting bagi seni penceritaan visual,” ia menambahkan.
/2025/05/23/885020992.jpg)
/2025/07/27/1310870912.jpg)
/2023/08/22/326576934.jpg)
/2025/09/29/255160793.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354957/original/027636900_1790067368-IMG-20260922-WA0020.jpg)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/4269838/original/098490100_1671710597-BKI_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353343/original/079554200_1789961127-IMG_7203.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354433/original/099424600_1790051727-email-attachment_2026_09_22_immanuel-christian_lbea-cukai-tindak-impor-ilegal-beras-dan-garam-serta-balpres-senilai-rp27-miliar_IMG_7249.jpeg)




:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805339/original/033825900_1713432001-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219629/original/039640900_1747221144-20250514-Harga_Emas-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1937629/original/026426200_1519626771-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816486/original/000456500_1714383664-fotor-ai-20240429133814.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5302025/original/025418900_1753969652-Gemini_Generated_Image_pok85upok85upok8.jpg)